Online24,Maros- Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta kader Golkar Maros kembali menggerakkan mesin partai untuk menghadapi agenda politik mendatang.
Hal itu disampaikan IAS saat memimpin konsolidasi DPD Golkar Sulsel di Gedung Golkar Maros, Kecamatan Turikale, Selasa (25/8/2026).
Konsolidasi digelar menyusul mundurnya Ketua DPD II Golkar Maros, Suhartina Bohari. IAS mengatakan, konsolidasi dilakukan untuk memastikan roda organisasi partai tetap berjalan dan tidak mengalami kekosongan.
IAS menyebut Suhartina mundur karena ingin fokus mengurus keluarga dan usaha. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh membuat aktivitas organisasi Golkar di Maros terhenti.
“Sementara partai ini kan tidak boleh vakum,” kata IAS usai konsolidasi.
Selain membenahi organisasi, IAS memasang target peningkatan perolehan kursi Golkar di DPRD Maros pada pemilu mendatang. Saat ini Golkar memiliki enam kursi di DPRD Maros.
IAS menargetkan jumlah tersebut meningkat hingga 50 persen. Target itu disebut sejalan dengan kontrak politiknya dengan Ketua Umum Golkar untuk meningkatkan perolehan kursi di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat.
“Kontrak politik saya dengan Ketua Umum, ada peningkatan kursi 50 persen untuk kabupaten, untuk pusat dan provinsi. Saya juga berharap di tingkat kabupaten juga ada peningkatan seperti itu,” ujarnya.
Peluang menambah kursi dinilai semakin terbuka karena jumlah kursi DPRD Maros disebut akan bertambah dari sebelumnya 35 menjadi 40 kursi. IAS meminta kader tidak hanya mempertahankan enam kursi yang sudah diperoleh, tetapi bekerja keras menambah keterwakilan Golkar.
IAS juga menyoroti aktivitas organisasi Golkar Maros yang dinilai sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, ia menyebut Gedung Golkar Maros nyaris tidak digunakan untuk kegiatan partai selama hampir lima tahun.
“Hampir lima tahun di kantor ini, dengan acara ini, lima tahun tidak pernah ada kegiatan,” ungkapnya.
Karena itu, konsolidasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengaktifkan kembali mesin partai, memperkuat struktur hingga tingkat bawah, dan meningkatkan soliditas kader.
IAS menegaskan Golkar membutuhkan kader yang memiliki waktu untuk mengurus organisasi, aktif melakukan konsolidasi, serta memiliki elektabilitas yang kuat di tengah masyarakat.

















