Online24jam,Takalar, 29 Agustus 2026 — Institut Teknologi Pertanian (ITP) kembali melaksanakan Yudisium Kedua pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di Aula Kampus ITP. Kegiatan ini dihadiri oleh pembina dan Ketua yayasan Global Panrita sebagai lembaga penyelenggara ITP, Rektor, wakil Rektor, dosen dan mahasiswa ITP. Sebanyak 114 mahasiswa resmi dinyatakan berhak menyandang gelar sarjana setelah menyelesaikan pendidikan selama kurang lebih delapan semester. Para lulusan tersebut terdiri atas 69 Sarjana Pertanian (S.P.), 12 Sarjana Perikanan (S.Pi.), 13 Sarjana Peternakan (S.Pt.), dan 20 Sarjana Bisnis Digital (S.Bns.).
Ketua Yayasan, Dr Nurdin dalam sambutannya mengapresiasi karya nyata rektor dan segenap civitas akademik ITP karena sukses menyelenggarakan pendidikan tinggi sesuai target Yayasan. ”ITP telah berdiri sejaka 2020, dan sejak itu pula mahasiswa terus bertambah, perkuliahan berjalan dengan baik dan akhirnya menghasilkan lulusan yang membanggakan karena lulusannya memberi dampak nyata di masyarakat. Ini karya kita bersama bagi pengembangan sumberdaya manusia Indonesia, Karena meskipun ITP berlokasi di Takalar namun tidak ditujukan hanya untuk warga Takalar, tapi untuk masyarakat Indonesia. Mahasiswa kita saat ini berasal dari berbagai daerah seperti Jeneponto, Sinjai, Gowa, Makassar, Sulbar, bahkan sudah ada pendaftar dari pandeglang, Banten ”.
Diketahui bahwa ITP dalam menyelenggaran pendidikan sarjana sangat memperhatikan metode pembelajaran terbaru dalam menghasilkan lulusan. Wakil Rektor I ITP Bidang Akademik, Dr. Abdullah, mengatakan proses pendidikan para lulusan menggunakan pendekatan pembelajaran terbaru, yaitu Project Based Learning (PjBL) dan Evidence Based Learning (EBL).
“Pembelajaran tidak hanya mengandalkan aktivitas di kelas, tetapi menekankan pada praktik di lapangan, penyelesaian persoalan nyata, serta bukti yang dihasilkan mahasiswa,” ungkapnya.
Implementasi pendekatan tersebut terlihat dari kiprah sejumlah lulusan yang telah mengembangkan usaha di sektor pertanian, jasa konsultan, jasa servis peralatan elektronik, serta mengembangkan inovasi di profesinya yaitu penyuluh pertanian dan aparat pemerintahan desa. Aktivitas mereka juga telah mendapat apresiasi dari masyarakat di lokasi magang maupun KKN.
Rektor ITP, Dr. Irma Andriani, menegaskan bahwa dalam menentukan kelulusan seorang mahasiswa, masing-masing prodi melakukan evaluasi dua instrumen utama yaitu standar kompetensi lulusan yang diwujudkan dalam capaian pembelajaran (CPL) prodi dan indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi yang menilai dampak langsung dari lulusan.
“Penilaian yang kami berikan sangat menekankan pada dampak yang dihasilkan mahasiswa. Kami bangga karena lulusan ITP tidak hanya belajar, tetapi telah menghasilkan inovasi, menjalankan usaha, menyelesaikan persoalan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.”terang Rektor ITP
Menurut Irma, orientasi tersebut merupakan bukti dari kampus berdampak yang dicanangkan oleh Kemeristekdikti dan sejalan dengan arah pengembangan ITP sebagai School of Entrepreneurship, yaitu membangun lulusan yang tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang, menghasilkan solusi, membangun usaha, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.











