BBVet Maros Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Digitalisasi Layanan

banner 468x60

Online24,Maros – Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros, Kementerian Pertanian RI, menggelar Forum Konsultasi Publik Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menjaring aspirasi dan masukan dari masyarakat serta para pemangku kepentingan terkait peningkatan kualitas pelayanan.

 

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BBVet Maros, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (22/9/2026). Sejumlah stakeholder pengguna layanan BBVet Maros hadir dalam forum tersebut.

 

Kepala BBVet Maros, drh Dinar Hadi Wahyu Hartawan, mengatakan forum konsultasi publik digelar untuk menyelaraskan pelayanan dengan kebutuhan masyarakat dan pengguna layanan.

 

“Forum konsultasi publik ini sebenarnya upaya untuk menjaring aspirasi maupun menyelaraskan pelayanan kami terhadap kebutuhan yang diharapkan oleh para pelanggan dan masyarakat,” kata Dinar.

 

Menurut Dinar, salah satu pembaruan yang dilakukan BBVet Maros pada 2026 adalah mendorong digitalisasi pelayanan, khususnya dalam proses pengujian. Informasi mengenai layanan tersebut juga mulai disampaikan kepada para pengguna layanan.

 

“Kami mencoba untuk melakukan pendekatan lebih intens kepada para pelanggan dengan salah satu inovasinya adalah digitalisasi pelayanan kami, terutama untuk pengujian,” jelasnya.

 

Dinar menjelaskan hasil pengujian diagnostik laboratorium BBVet Maros memiliki peran penting dalam pemetaan penyakit hewan. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan terkait lalu lintas hewan dan produk hewan.

 

“Jadi hasil uji diagnosa laboratorium BBVet Maros ini yang pertama menjadi dasar dari peta penyakit hewan,” ujarnya.

 

Terkait perkembangan penyakit hewan, Dinar menyebut hingga saat ini belum ditemukan penyakit baru di wilayah kerja BBVet Maros. Namun, penyakit yang selama ini telah ada masih dapat muncul secara sporadis.

 

“Untuk penyakit yang secara umum endemis atau sudah tertular di wilayah kerja kita memang masih secara sporadis itu kadang muncul. Tapi penanganan atau tindak lanjut di lapangan sudah sangat bagus,” katanya.

 

Ia menambahkan, BBVet Maros terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan efektivitas penanganan penyakit hewan.

 

Sementara itu, hasil Forum Konsultasi Publik 2026 akan menjadi bahan evaluasi internal BBVet Maros. Berbagai masukan dari stakeholder akan dijadikan referensi dalam peningkatan pelayanan ke depan.

 

“Target hari ini sebenarnya kita sudah mendapatkan beberapa input yang nantinya akan menjadi isu yang kami godok secara internal. Informasi ini akan kami jadikan sebagai referensi atau rujukan utama dalam peningkatan pelayanan,” pungkas Dinar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *