Kabut Asap Mengancam Kesehatan, Pemkab Maros Bagikan Masker

banner 468x60

Online24,Maros– Bupati Maros Chaidir Syam membagikan masker kepada siswa di sejumlah sekolah menyusul kualitas udara yang tidak sehat di Kabupaten Maros, Kamis, 15 Oktober 2026.

Pembagian masker dilakukan sebelum siswa memasuki sekolah, masing-masing di SDN 30 Maros, SMP Negeri 1 Maros, dan SDN 3 Maros.

Chaidir juga membagikan masker kepada pengguna jalan di lampu merah depan kawasan Foto Inti, Maros.

Chaidir mengatakan, pembagian masker tersebut menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar melindungi diri dari paparan polusi udara saat beraktivitas di luar ruangan.

Kualitas udara di Maros sebelumnya sempat mencapai angka 214 dan masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut bahkan disebut sempat menjadi yang terburuk di Sulawesi.

“Alhamdulillah hari ini sudah menurun di angka 101, tapi masih dalam kondisi tidak sehat,” katanya.

Mantan Ketua DPRD Maros itu menjelaskan, buruknya kualitas udara berkaitan dengan keberadaan partikel halus PM2.5 yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

Meski kualitas udara mulai membaik, Pemerintah Kabupaten Maros belum berencana menerapkan pembelajaran daring bagi siswa.

Chaidir mengatakan, pemerintah masih memantau perkembangan kualitas udara dengan berkoordinasi bersama BMKG. Untuk sementara, penggunaan masker menjadi langkah pencegahan yang diutamakan.

“Alhamdulillah kondisinya sudah menurun. Kita belum sampai ke pembelajaran daring, tetapi tetap menggunakan masker,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan hingga kualitas udara kembali membaik.

Chaidir menyebut, kondisi udara tidak sehat tersebut telah berlangsung selama tiga hari.

“Arah angin menuju Australia melintasi wilayah Kabupaten Maros sehingga diduga turut memengaruhi kondisi udara di daerah tersebut,” tutupnya.

Salah seorang siswa Salsa mengaku tetap ingin mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah meski kondisi udara di Maros sedang tidak sehat.

Ia mengaku tidak ingin pembelajaran daring diterapkan karena tidak bisa bertemu dan belajar bersama teman-temannya di sekolah.

“Kami akan memakai masker seperti yang diimbau Bapak Bupati supaya tetap aman,” tutupnya .(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed