Online24,Maros – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin menggelar Open Tournament Drone Race Piala Panglima TNI Tahun 2026 di Lapangan Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin.
Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 TNI sekaligus mempererat sinergi dengan masyarakat melalui olahraga berbasis teknologi.
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Angkasa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsma TNI Vincentius Endy Hadi Putra, mengatakan turnamen tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 TNI.
Pelaksanaannya juga sejalan dengan arahan Panglima TNI untuk meningkatkan sinergi antara TNI dan masyarakat, khususnya melalui kegiatan olahraga.
“Ini memang dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI yang ke-81. Dari beberapa kegiatan perayaan ini, Panglima TNI memberikan instruksi kepada kita untuk bisa meningkatkan sinergitas dengan masyarakat, terutama di bidang olahraga,” kata Vincentius.
Dalam turnamen tersebut, tercatat sebanyak 27 peserta ambil bagian. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan tujuh provinsi terlibat dalam kompetisi berskala nasional tersebut.
Terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni drone race kelas 3 inci, kelas 5 inci, dan freestyle. Kelas 3 inci relatif diperuntukkan bagi pemula, sedangkan kelas 5 inci menjadi kategori utama dalam kompetisi drone racing.
Sementara itu, kategori freestyle memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas melalui berbagai manuver udara.
Vincentius menjelaskan, turnamen tersebut tidak hanya ditujukan bagi atlet profesional, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan komunitas drone.
Lanud Sultan Hasanuddin turut membuka ruang partisipasi masyarakat, terutama melalui kategori freestyle yang dapat diikuti peserta umum sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pada dasarnya kita mengajak komunitas-komunitas drone yang ada di wilayah Makassar. Kegiatan ini bersifat nasional, tetapi masyarakat umum juga bisa berpartisipasi, terutama pada kategori freestyle,” ujarnya.
Selain kompetisi, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai penggunaan drone dan aturan ruang udara.
Menurut Vincentius, berkumpulnya komunitas drone dalam satu kegiatan menjadi kesempatan untuk menyamakan pemahaman mengenai ketentuan penggunaan drone secara benar.
“Tujuan kita salah satunya mengedukasi masyarakat atau memberikan pengetahuan tentang bagaimana kegiatan drone itu. Kami mengumpulkan seluruh komunitas yang ada untuk bisa menyamakan persepsi mengenai aturan-aturan penggunaan ruang udara, terutama penggunaan drone,” jelasnya.
Dalam kompetisi ini, peserta memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan, piala, dan sertifikat. Ajang tersebut diharapkan dapat mendorong perkembangan olahraga drone racing sekaligus membuka peluang bagi atlet potensial untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi.
Kegiatan ini juga melibatkan sekitar 35 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui stan bazar. Kehadiran para pelaku usaha tersebut diharapkan memberikan kesempatan untuk mempromosikan produk lokal sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Melalui Open Tournament Drone Race Piala Panglima TNI 2026, Lanud Sultan Hasanuddin berharap olahraga drone racing semakin berkembang dan diminati generasi muda.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat melalui olahraga, teknologi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal dalam momentum HUT ke-81 TNI.

















