Produksi Beras Maros Naik 5,63 Persen, Tembus 113 Ribu Ton di Tengah Tantangan El Nino

banner 468x60

Online24,Maros— Produksi beras di Kabupaten Maros menunjukkan tren positif. Di tengah tantangan perubahan iklim dan fenomena El Nino, produksi beras Maros justru mengalami peningkatan pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Berdasarkan data produksi beras kabupaten/kota di Sulawesi Selatan periode 2025–2026, produksi beras Maros tercatat mencapai 113.306 ton pada 2026. Angka tersebut meningkat 6.040 ton dibandingkan produksi tahun 2025 yang mencapai 107.266 ton.

 

Secara persentase, produksi beras Maros mengalami pertumbuhan sebesar 5,63 persen. Capaian tersebut menempatkan Maros sebagai salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang berhasil mencatatkan peningkatan produksi beras.

 

Bupati Maros, AS Chaidir Syam, menyampaikan apresiasi atas peningkatan produksi tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi gambaran positif dari upaya menjaga produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Maros.

 

“Kita patut bersyukur, ditengah kekeringan ekstrem yang melanda Indonesia terkhusus Maros, petani kita masih bisa menghasilkan produksi beras yang signifikan. Ini tentu menjadi hal baik untuk kedepannya, artinya petani kita bisa survive dengan bencana elnino ini,” beber mantan Ketua DPRD Maros ini.

 

Chaidir menilai peningkatan produksi beras menjadi hal penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah, terlebih di tengah tantangan perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi sektor pertanian.

 

“Peningkatan produksi ini juga menjadi modal penting bagi Maros untuk terus memperkuat posisi kita sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan,” katanya.

 

Chaidir mengatakan, dari data yang dirilis oleh BPS Maros, tidak banyak kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang mencatatkan pertumbuhan produksi beras pada 2026. Selain Maros, peningkatan juga terjadi di Takalar, Luwu, dan Luwu Utara.

 

Maros bahkan mencatatkan kenaikan produksi yang cukup signifikan, yakni sebesar 6.040 ton dalam kurun waktu satu tahun.

 

“Kita tentu harus terus memperkuat sektor pertanian melalui dukungan kepada petani, peningkatan produktivitas lahan, serta upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *