Aksi Cepat Tanggap (ACT): Natuna Harga Mati dan Panggilan Jiwa

Editor : Muh. Idris

Online24jam, Makassar, – Kisruh yang melanda perairan Natuna, membuat Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) ikut terpanggil. Melalui jumpa pers yang digelar, Selasa (14-01-2020) siang tadi di Upnormal, ACT akan ikut berjuang membantu menyalurkan bantuan sebanyak 1.000 ton logistik pangan kepada TNI dan warga yang berada di Kabupaten Natuna.

Kepala Cabang ACT Sulsel, Syarul Mubaraq mengatakan, bantuan 1.000 ton logistik ini akan disalurkan secara bertahap dan sudah dimulai sejak tanggal 10 Januari kemarin.

“Bantuan ini memberikan dukungan kepada pihak yang terlibat dalam mempertahankan perairan Natuna, baik itu TNI maupun warga yang ada di sana. Kita ingin menghadirkan kebahagiaan untuk mereka bahwa kita adalah saudara, kita adalah Indonesia dan kita satu jiwa dalam bangsa tercinta,” ujarnya.

Diharapkan dengan bantuan ini bisa menjadi spirit untuk mengurangi segala perselisihan. Apalagi kata dia, Kabupeten Natuna menyandang predikat sebagai pulau terdepan Indonesia dengan penghasilan yang minim dan tak menentu, dimana sebagian penduduk di Natuna hidup di garis kemiskinan.

“Sebagian penduduk di Natuna hanya berprofesi sebagai nelayan, dan kadang tidak melaut jika cuaca buruk. Padahal kita tahu masyarakat Natuna sebagai penjaga pulau. Mereka lah yang menjaga tapal batas negeri ini di pulau terluar Indonesia. Sehingga dengan bantuan ini bisa meringankan beban mereka,” tuturnya.

Terlebih kini pemerintah China mengklaim jika Pulau Natuna adalah bagian dari teritorial mereka. Sehingga dianggap perlu untuk menyikapi itu.

“Yang pasti ini tanggung jawab kita semua dalam mempertahankan hak kita, yakni Pulau Natuna yang diakui dunia dan hukum internasional adalah bagian dari wilayah Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu Sekretaris Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Selatan Ustadz Hasid Hasan Palogai menyatakan permasalahan kedaulatan bangsa yang terjadi di Pulau Natuna harus dipertahankan sesuai dengan perintah agama.

“Dalam Alquran juga ada perintah untuk mempertahankan harta benda ataupun yang menjadi hak kita. Sengketa di Pulau Natuna itu menjadi hak seluruh rakyat untuk mempertahankannya,” ucapnya.

Salah satu bentuk dukungan rakyat Indonesia untuk Natuna, bisa melalui bantuan harta benda agar warga di Pulau Natuna dan TNI bisa bahu membahu menjaga kedaulatan bangsa. Atau menyalurkan bantuannya melalui #AksiBelaIndonesia melalui: https://bit.ly/donasikemanusiaan.
Bantuan bisa juga disalurkan melalui rekening atas nama (Yayasan) Aksi Cepat Tanggap: Sulselbar Syariah (5100 5321 0417 1658); Muamalat (8010 1071 82); BNI Syariah (777 1659 997); Mandiri (127 000 781 6596); CIMB Niaga Syariah (8600 0680 9700).

[fbcomments]