Penulis Buku dan Film ATI RAJA Meninggal Dunia

Online24jam, Makassar, – Innalillahi wa innailahi rajiun Hari ini rabu, 22 jan 2020 keluarga besar seniman sulsel dan keluarga besar “ATI RAJA” the movie berduka. Begitulah pesan di beberapa grup WhatsApp Seniman Makassar.

Syaifuddin Bahrun sutradar sekaligus penulis film ATI RAJA meninggal dunia di RS Siloam semanggi Jakarta. Setelah berapa lama berobat dan di rawat di rumah sakit karena sakit kanker yang di deritanya.

Melalui akun pribadi ANCU AMAR (produse ATI RAJA) ia bertutur, “Ada masa kami beradu argumen dengan kuat, berselisih hingga meninggikan suara masing-masing. Itu kami lakukan ketika proses berkarya sedang berlangsung. Berawal dari embrio cerita yang ia minta untuk kami kembangkan bersama prosesnya, saya tak mengiyakan langsung, karena ada kebiasaan saya untuk menatap mata seseorang terlebih dulu sebelum menentukan langkah. Ada sorot mata kesungguhan, keyakinan di kedua bola matanya. Sejak itu mulailah kami merawat embrio itu tumbuh lewat cerita, menapak dengan jalinan kata dan peristiwa. Hingga suatu hari, lahirlah skenario kemudian berwujud Film Ati Raja.

Sejak awal kami membangun komunikasi tanpa batas, karena kami percaya hanya dengan itu Ego bisa dikendalikan. Ia selalu bisa mengimbangi ledakan-ledakan saya dengan menjadi kakak, teman, serta
menunjuk tempat kerja yang cenderung mendamaikan: Memilih cafe yang klasik. pointnya adalah ia tandem yang baik dan bijak diajak berseteru dalam berkarya.

Hingga suatu hari ia menelpon dan mengabarkan dirinya yang sakit cukup parah! Dengan tercekat, saya bilang: JANGAN MAIN-MAIN DENGAN PENYAKIT! Kau orang yang kukenal cukup sehat untuk sebuah penyakit, kau juga orang baik yang tak pernah bermasalah dengan orang lain (itu kan yang sering mendatangkan penyakit) lalu kenapa sakitmu separah itu! dan kau tahu saya orang paling phobia rumah sakit! Saya tak mau bertemu denganmu di rumah sakit kawan! Kau tahu itu. Setengah tergelak kau tertawa, dan berjanji akan sembuh secepatnya untuk diskusi project kita selanjutnya. Saya pegang janjimu! Lalu kita mengakhiri perbincangan.
Beberapa minggu kabarmu tak ada, saya menelpon istrimu, ia mengabarkan lebih buruk dari yang kukira, kau Harus dirawat jauh lebih intensif. Pada akhirnya saya menemuimu dengan segala kompromi diri yg begitu banyak. Dihadapanku kau terbujur layu, tapi tidak dengan matamu kawan! Ada semangat besar disana, ada perjuangan kuat untuk keluar dari situasi yang tidak mengenakkan bagi dirimu.

Tatapan mata itu kawan! (Sama dengan tatapan mata pertama kita melahirkan Ati Raja) tatapan itu yang terus kau perlihatkan sampai hari ini, meski tubuhmu tergolek di kamar isolasi. Kau, aku hanya minta tanda kalau kau masih kuat, angkat tanganmu kepadaku. Perlahan kau angkat dan kita saling mempertemukannya. Kawan kau begitu kuat dalam sakit yang sangat parah itu.

Beberapa hari ke depan, kau akan terus berjuang, segala usaha kau tunjukkan hingga saat ini, hasil akhir hanya TUHAN yang menentukan semuanya.”

Tulisan ini seakan mengisyaratkan bahwa sang tokoh toleransi antar umat itu bakal berpulang ke Rahmatullah.

Sementara itu, Agung Hercules pemeran Baba Coi yang juga merupakan sahabat dekat almarhum, mengatakan dia (Syaifuddin Bahrun) “Seorang yangg ulet pantang menyerah dan selalu mau berkaya (menulis)
Juga care sama teman baik adik maupun kakak”.

Selamat jalan, hanya ATI RAJA (Kebesaran Jiwa) yang menjadi kenangan akhirmu.