Kabar Gembira! Ahli Epidemologi Mengatakan, Kurva Covid di Sulsel Berhasil Menurunkan Angka R0 dan Rt

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemologi Sulawesi Selatan, Prof Dr Ridwan Amiruddin SKM Mkes

Online24, Makassar – Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas dan juga Ketua Perhimpunan Ahli Epidemologi Sulawesi Selatan Prof Dr Ridwan Amiruddin SKM Mkes menilai penularan virus corona di Provinsi Sulsel mengalami tren penurunan.

Penurunan penularan Covid-19 terlihat dari angka infeksi reproduksi efektif (Rt) di kisaran 1,9. “Pada bulan maret Sulsel angka reproduksi atau tingkat penularan awal (RO) adalah 3 artinya satu orang bisa menulatkan virus corona 3 orang lainnya. Sekarang akhir bulan mei dengan berbagai program pegendalian dan pencegahan angka reproduksi (Rt) kita di kisaran 1,9. Idealnya angka reproduksi (Rt) harus ditekan dibawah satu baru bisa dikatan terkendali virus corona,” Kata Prof Ridwan, Kamis (28/05/2020)

Menurut Prof Ridwan Pemprov Sulsel cukup berhasil menekan penyebaran Covid-19 yang sebelumnya seorang pasein Covid-19 secara rata-rata akan menularkan penyakitnya kepada tiga orang namun saat ini dengan berbagai program penekanan virus corona seorang pasein Covid-19 secara rata-rata akan menularkan kepada kurang dari dua orang.

Prof Ridwan menjelaskan Sulsel tidak lama lagi akan mampu mengendelikan penyebaran Covid-19 dengan angka Rt<1 berarti setiap infeksi akan menyebabkan kurang dari satu infeksi lainnya. Angka tersebut mengartikan bahwa virus berpotensi berhenti menyebarannya dan bisa dikatakan Sulsel Aman. “Kalau kita bisa mempertahankan program yang sudah ada dalam dua atau tiga minggu kedepan Rt akan mencapai angka dibawah 1 dan boleh dikatakan Sulsel bisa aman Covid-19,” katanya. Diketahui Ro adalah jumlah kasus baru yang tertular dari satu kasus infektif pada populasi sepenuhnya rentan. Ro biasanya digunakan di awal adanya kasus (pertumbuhan kasus eksponansial) untuk menunjukkan potensi besarnya pandemi. Sedangkan Rt adalah jumlah kasus baru yang tertular dari satu kasus terinfeksi pada populasi yang memiliki kekebalan sebagian atau setelah adanya intervensi. (*)