Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Pemkab Maros Bagikan Motor ke Penyuluh KB

Online24, Maros – Di Peringatan Hari Keluarga Nasional XXVII yang dirangkaikan dengan pelayanan serentak sejuta akseptor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros membagikan 29 unit kendaraan bermotor kepada petugas penyuluh Keluarga Berencana (KB). Kegiatan itu digelar di pelataran Pallantikang, Senin (28/06) kemarin.

Bupati Maros, Hatta Rahman yang hadir bersama dengan wakil Bupati Maros, Harmil Mattotorang, mengatakan, dari total 135 orang penyuluh KB di seluruh Maros, semuanya sudah mendapatkan kendaraan dinas. Untuk tahun ini sumber anggarannya dari DAK tahun 2020.

“Kita sudah serahkan pembagian motor untuk 29 orang penyuluh. Ini yang terakhir dari 135 total penyuluh yang sudah kita serahkan bantuan kendaraan bermotor. Anggarannya itu dari DAK 2020 jumlahnya Rp 500 juta,” kata Hatta.

Dengan adanya pembagian motor itu, Pemkab Maros berharap para penyuluh di lapangan bisa bekerja lebih optimal, sehingga angka kehaminal bisa ditekan. Pasalnya, tingginya angka kelahiran secara otomatis akan mempengaruhi kebutuhan lapangan kerja.

“Kita harapkan kinerja para penyuluh ini bisa lebih optimal menurunkan angka kelahiran di Maros. Karena memang secara otomatis berpengaruh pada lapangan kerja,” lanjutnya.

Semasa Pandemi Covid-19 ini, angka kehamilan yang tidak direncanakan meningkat di Indonesia, tak terkecuali di Maros. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para penyuluh di lapangan untuk bekerja lebih maksimal.

“Secara Nasional angka kehamilan saat ini mencapai 400 ribu selama tiga bulan. Nah di Maros ini juga mengalami peningkatan. Makanya kita anggap ini juga menjadi tantangan buat para penyuluh kita saat ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Maros, Burhanuddin menyebut, target satu orang penyuluh KB di lapangan saat ini 10 akseptor atau pengguna KB baru. Secara umum, target akseptor di Maros minimal 200 anggota KB Baru.

“Tahun ini target kita minimal itu 200 akseptor KB baru. Jadi untuk satu penyuluh kita bebankan targetnya itu 10 akseptor baru. Makanya dengan adanya pembagian kendaraan ini, target itu bisa kita raih,” ujarnya.

(Achmad)