Memenuhi Kebutuhan Rumah Tangga, Dosen Fakultas Ekonomi UNM Kenalkan Bercocok Tanam Dengan teknologi Hidroponik di tengah Pandemi covid-19

banner 468x60

Online24 – Pembatasan fisik atau physical distancing yang merupakan upaya untuk memutus rantai penyebaran virus corona menyebabkan aktivitas di luar rumah dibatasi. Hal ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan pokok di tingkat rumah tangga, termasuk kebutuhan sayur-mayur. Ketidakpastian mendapatkan sayur-sayuran yang terbebas dari virus corona merupakan tantangan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga.

Melihat permasalahan tersebut, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar (UNM) tergerak mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan Teknologi Hidroponik pada hari Minggu, 26 Juli 2020. Tim pengabdi ini terdiri atas Citra Ayni Kamaruddin, S.P., M.Si., Andi Samsir, S.Pd., M.Si., dan Muhammad Imam Ma’ruf, S.P., M.Sc. Hidroponik dianggap cocok untuk diterapkan di Kelurahan Tidung Kecamatan Rappocini yang merupakan daerah perkotaan dengan lahan pekarangan yang relatif terbatas. “Urban Farming saat ini menjadi tren bagi masyarakat perkotaan yang gemar bercocok tanam, namun memiliki lahan pekarangan yang sempit”.

Pada kesempatan ini, diundang pula Bapak Takdir Syafruddin, S.T., pegawai Dinas Pertanian dan juga pemilik Delta Farm. Bapak Takdir membagikan pengalamannya mulai dari coba-coba mempraktikkan bercocok tanam dengan Teknik hidorponik yang tidak langsung berhasil sampai akhirnya mempunyai toko perlengkapan hidroponik yang berlokasi di Kawasan Industri Makassar (KIMA). Menurut Pak Takdir, “pesemaian merupakan tahapan awal yang merupakan kunci keberhasilan dalam bercocok tanam karena tumbuhnya akar dan daun Lembaga penentu hidup tidaknya tanaman”.

 

Pengenalan teknologi hidroponik ini tetap dilakukan secara tatap muka, tetapi tetap melaksanakan sesuai dengan memperhatikan protokol Covid-19 dengan membatasai jumlah peserta sesuai dengan kapasitas ruangan, mengecek suhu peserta, menjaga jarak, menggunakan masker, dan menyediakan hand sanitizer. Peserta yang hadir sangat antusias menyimak materi yang disampaikan ditandai banyaknya peserta yang bertanya pada akhir sesi. Pada kesempatan ini, peserta diajarkan juga dan mencoba langsung melakukan penyemaian benih sayuran.

Agar kegiatan ini tidak hanya sekadar transfer knowledge belaka, tim pengabdi memberikan paket starter kit berupa rockwool sebagai media tanam; benih sayuran dan nutrisi A dan B bagi tiga peserta teraktif. Diharapkan peserta menerapkan materi yang telah disampaikan dengan melakukan praktik langsung. Selain itu, dihibahkan pula instalasi hidroponik 3 susun dengan ukuran 2 x 4 meter kepada pengurus masjid Nurul Ilmi agar dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam sayur-mayur dan sayur-buah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *