Peduli Perempuan, Fatmawati Jadi Narasumber di Sosialisasi ASI Ekslusif

Mantan anggota DPR RI, Fatmawati Rusdi tampil menjadi salah satu pembicara di forum sosialisasi Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif.

Online24, Makassar – Mantan anggota DPR RI, Fatmawati Rusdi tampil menjadi salah satu pembicara di forum sosialisasi Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif.

Bertempat di Hotel Ramedo, Jalan Andi Djemma, Kota Makassar, Jumat (14/8/2020), Fatmawati yang hadir sebagai salah satu tokoh perempuan yang sukses berkiprah di nasional, menekankan betapa pentingnya ASI eksklusif untuk perkembangan anak.

“Pemberian ASI sangat penting karena berdampak pada pertumbuhan dan kehidupan anak,” beber Fatmawati di depan peserta yang didominasi kalangan ibu-ibu alias emak-emak.

Sosialisasi pemberian ASI eksklusif ini juga sejalan dengan program pemerintah. Yang mana masa enam bulan pertama untuk bayi baru lahir wajib diberikan ASI. ASI eksklusif adalah kewajiban seorang ibu pada anaknya, sebaliknya adalah hak seorang anak.

Dalam sosialisasi ini juga terungkap bahwa ASI eksklusif adalah memberikan ASI atau air susu ibu saja, tanpa makan dan minum lain pada bayi sejak lahir.

Ada deretan manfaat ASI eksklusif untuk anak sangat banyak. Pertama; untuk pertumbuhan, kedua; untuk lambung, ketiga; sangat bermanfaat untuk kecerdasan anak. Dengan ASI juga menambah erat kasih sayang ibu dan anak.

Selama menjadi pembicara, Fatma yang juga kandidat wakil walikota Makassar, berbagi tips bagaimana memaksimalkan sosialisasi dan pemberian ASI ekslusif untuk anak. Apalagi, ia memang pernah menjadi ketua TP PKK selama 10 tahun, dan pembina beragam organisasi perempuan. Termasuk pembina kelompok majelis taklim.

Sekadar diketahui, sosialisasi ini diinisiasi oleh Anggota DPRD Kota Makassar, Irwan Djafar. Ia sengaja menghadirkan Fatmawati, karena selain punya pengalaman dan paham mengenai tema itu, juga dikenal peduli terhadap pemberdayaan perempuan di Sulsel. (*)