Aksi Nyata TNI di Maros Bantu Masyarakat Terdampak Krisis Air Bersih

Pendistribusian air bersih ke Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros disambut antusias oleh warga yang terdampak

Online24, Maros – Kodim 1422 Maros bersama Badan penanggulangan bencana daerah ( BPBD) mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, pada selasa sore (25/08/20)

Kedatangan Truk tangki pengangkut air bersih disambut antusias warga setempat dengan menyaipkan tandon, jerigen, baskom dan ember sebagai wadah penampungan air bersih.

Bantuan air bersih yang disuplai oleh Kodim 1422 maros bersama BPBD Maros, dinilai warga sangat membantun meringankan beban mereka.

Salah seorang warga botolempangan mengatakan kesulitan air bersih merupakan polemik tahunan yang dirasakan oleh mereka.

” Alhamdulillah trimakasih Bapak TNI dan BPBD telah membantu meringankan beban kami, dengan memberikan pasokan air bersih, ini pertamakalinya ada bantuan air bersih yang masuk ke desa kami”. Jelas Najmawati

Disampaikan Najmawati krisis air bersih sudah 2 bulan dirasakan oleh warga, setiap harinya untuk kebutuhan sehari – hari seperti kebutuhan mandi, mencuci dan kegunaan lainnya warga terpaksa membeli air per herigen dari truk tangki penjual air.

” Kesulitan air sudah lama kami rasakan disini, mungkin sudah 2 bulan lebih semenjak masuk musim kemarau, untuk itu dengan adanya bantuan ini kami merasa bersyukur sekali pak, merasa tertolong” ujarnya.

“Disini tidak ada sumur karena air payau. Jadi biasa kita beli air dari Pangkep. Harganya Rp5000 per jerigen 20 liter. Itu hanya dipakai satu hari saja,” ungkapnya.

Sementara diakuinya, kebutuhannya itu 10 jerigen per hari.

“Sangat memberatkan bagi kami kalau harus beli air tiap hari ditengah pandemi covid-19. Belum lagi sekarang kebutuhan anak sekolah online butuh paket data. Jadi memang memberatkan. Makanya kami bersyukur dengan adanya bantuan ini bisa membantu kami,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Komandan Kodim 1422 Maros, Letkol Inf Budi Rahman mengatakan bagi-bagi air bersih ini merupakan salah satu bentuk sinergitas untuk memberikan solusi kepada masyarakat.

“Karena meski lingkungan kita dikelilingi air, tapi air payau tak bisa digunakan oleh masyarakat. Sehingga penyaluran ini wujud hadir pemerintah turun ke lapangan,” katanya.

Lebih lanjut kata Budi, sebagai wujud keprihatinan mereka sehingga dilakukan penyaluran air bersih setiap dua hari sekali.

“Kami merasa prihatin dengan kondisi ini, sehingga memang harus di pikirkan bersama solusi apa yang harus dilakukan. Karena Maros ini tidak jauh dari kota Makassar tapi masih ada kondisi seperti ini,” jelasnya.

Dia berharap kedepannya mungkin bisa diadakan sistem penyaringan atau penyulingan air atau program lainnya.

“Kita salurkan air bersih dua hari sekali. Belum lagi akses jalan tidak ada sehingga harus melintasi pematang sawah,” sebutnya.

Dia juga menyatakan jika di Maros ini ada tiga Kecamatan daerah pesisir yang memang mengalami krisis air bersih disaat kemarau. Akan tetapi yang paling parah di Kecamatan Bontoa.

“Jadi kita memang fokusnya di Kecamatan Bontoa meski ada Kecamatan lain yang terdampak krisis air bersih, seperti Kecamatan Marusu dan Maros Baru. Tetapi mereka dilewati jalur industri, beda di Kecamatan Bontoa ini banyak lingkungan tambak, jadi tidak ada jalur air sama sekali,” jelasnya.

Dia menambahkan kalau dalam penyaluran ini pihaknya menyiapkan armada yang kapasitas 3000 liter dan ada juga kapasitas 5000.

“Totalnya ada sekitar 8000 liter air,”sebutnya.

Diketahui Penyaluran ini akan dilakukan tiap dua hari sekali. Dan untuk hari ini kembali disalurkan di Desa Bontolempangan Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros.

(Achmad)