Maros Unggul Tawarkan Solusi Cerdas Untuk Warga Pesisir Atasi Krisis Air Bersih

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Maros Andi Harmil Mattotorang dan Andi Ilham Najamuddin

Online24, Maros – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Maros Andi Harmil Mattotorang dan Andi Ilham Najamuddin, menawarkan solusi cerdas dan komitmen untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami warga pesisir setiap tahunnya.

Komitmen politik itu di bacakan langsung oleh Andi Ilham Nadjamuddin, saat mengunjungi masyarakat pesisir di Lingkungan Panjallingan, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Pada Sabtu (03/03/20).

“Kami Andi Harmil Mattotorang selaku calon bupati maros bersama Andi Ilham Nadjamuddin selaku calon wakil bupati maros, dengan ini berikrar dan berkomitmen di hadapan segenap perwakilan tokoh masyarakat se-Kecamatan Bontoa, sekiranya Allah Swt mentakdirkan kami menjabat bupati dan wakil bupati periode 2021-2026 dengan dukungan signifikan dari pemilih di Kecamatan Bontoa, maka kami akan dengan serius menyelesaikan persoalan krisis air bersih bagi masyarakat bontoa”. Ucapnya.

Komitmen dalam menyelesaikan persoalan krisis air bersih di kecamatan ini, rencananya akan di realisasikan di 100 hari pertama saat menjabat. Dengan membentuk tim Ad hoc yang di tugaskan khusus untuk mengkonsolidasikan seluruh stakeholder guna menghadirkan solusi dalam pemenuhan air bersih.

Komitmen yang di bacakan itu, kemudian di perkuat dengan penandatangan bersama diatas materai 6000, oleh calon wakil bupati Andi Harmil Mattotorang bersama calon wakil bupati Andi Ilham Nadjamuddin. Dan Muzayyin Arif selaku Tim Pemenangan Maros Unggul serta Rahmat Hidayat selaku Ketua Bontoa Progressif Foprum 20.

Sementara itu, terkait solusi Maros Unggul yang ditawarkan dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga di Kecamatan Bontoa ini. Di sampaikan oleh seorang akademisi yakni Dr. Andi Nur Imran yang juga diketahui pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas PDAM Maros.

Menurutnya, masyarakat Bontoa selalu berteriak saat musim kemarau di karenakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Majannang mampu mengairi sekitar 2000 rumah, namun tidak berfungsi dengan baik. Hal itu di sebabakan adanya campuran air asin ketika musim kemarau tiba yang di khwatirkan akan merusak pipa PDAM.

“Jadi Bendung dulu sumber air di IPA Majannang itu, itu bisa sampai 100 liter perdetik sudah di kaji oleh engenering unhas. Kalau di tambah 30 liter lagi sudah bisa terpenuhi satu bontoa. Kalau kita estimasi anggaran, itu di butuhkan paling tidak 2 sampai 3 milliyar untuk pembangunan bendungan seperti batu bassi”. Jelasnya.

Selanjutnya kata Nur Imran, melakukan penambahan kapasitas IPA yang ada di PDAM dan ketersediaan booster sebagai pendorong aliran air ke pemukiman warga.

“Harus ada booster untuk mendorong, karena sumber air dari Bantimurung atau Majannang banyak rumah yang di lewati. Makanya harus ada booster yang mengisap air untuk mendorong ke dalam. Minimal ada dua yang tempatkan di Tambua atau Panjallingan. Kalau sudah terpenuhi di Bontoa tidak ada lagi masalah air bersih. Paparnya.

Warga Kecamatan Bontoa akan keluar dari persoalan air bersih kata Nur Imran, dengan adanya komitmen kepala daerah disertai aturan yamh jelas dan ketersediaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

“Kalau Maros Unggul terpilih nanti, pada pelantikan bulan dua akan anggarkan di Apbd perubahan, minimal kita bendung dulu sumber air di tahun pertama dan persiapkan tambahan IPA. Tahun kedua kita siapkan booster dan jaringan”. Tutupnya. (*)