Regulasi Pemberian Asi Eksklusif, Mesakh Harap Masyarakat Rasakan Manfaat

Anggota DPRD Mesakh Raymond Rantepadang (F-PDIP), saat menggelar Sosialisasi Perda (Sosper)
dprd-makassar

Online24, Makassar – Pasca Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Makassar menjadwalkan agenda Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Makassar, Anggota DPRD Mesakh Raymond Rantepadang (F-PDIP) langsung bergerak cepat memaksimalkan hal tersebut.

Beliau menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif, Jumat, 12/02/2021 di Hotel Grand Maleo Makassar

Hadir sebagai pemateri, Wakil ketua DPRD Kota Makassar Periode 2014-2019 Indira Mulyasari Paramastuti Ilham yang juga sebagai Duta ASI Makassar dan Akdemisi Lilik Meilany, SSt.M.Kes.

Mesakh R. Rantepadang sebagai Legislator menyampaikan, regulasi ini mengatur tidak hanya menjamin pemberian tetapi akan memberikan penguatan terhadap Rumah Sakit ataupun tempat umum sekalipun untuk menyediakan ruang menyusui yang disebut dalam perda, Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

“Kami selaku anggota legislatif bertugas memberikan legal stsnding yang jelas terhadap apapun yang dibutuhkan masyarakat. Termasuk hingga pemberian air susu kepada anak-anak kita di Kota Makassar. Dan tak lupa pula kami menjamin tempat umum untuk menyediakan fasilitas pemenuhan tersebut.” Ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar periode 2014-2019 Indira Mulyasari saat tampil sebagai pembicara, menjelaskan pentingnya pemberian ASI kepada anak yang telah didukung oleh pemerintah. Ia menyebut, beberapa orang masih memberikan ASI tapi dengan kepercayaan mitos, misalnya, tidak menyusui saat sedang hamil dan menyusui bisa membuat gemuk.

Menurutnya, kepercayaan tersebut harus ditinggalkan pada era modern ini. “Sekarang sudah mulai modern, dengan adanya perda ini, sudah banyak ditemukan rumah sakit yang mendukung inisiasi menyusui dini (IMD), hadirnya perda ini juga bisa memberikan sanksi bagi rumah sakit yang menawarkan susu formula kepada ibu hamil,” tuturnya. (*)

Pemkot Makassar