Lansia Jadi Perioritas Penerima Vaksin, Dinkes Lutra Harap Partisipasi

dprd-makassar

Online24, Luwu Utara – Kementerian Kesehatan menginstruksikan, pemberian vaksinn covid-19 kini memperioritaskan kelompok lansia. Dinas Kesehatan Luwu Utara hari ini sudah mulai melakukan vaksinasi dengan sasaran utama kelompok lansia.

Resiko kematian lansia yang terpapar Covid-19 sangat besar. 1 dari 3 orang yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 adalah lansia, padahal lansia hanya berjumlah 10 persen dari total populasi. manusia di Indonesia.

Hal itu menjadi salah satu alasan pemerintah mengeluarkan kebijakan baru dengan menjadikan kelompok lansia menjadi kalangan perioritas penerima vaksin.

” Vaksin untuk tahap kemeempat sore kemarin sudah kita terima, dan juga kita distribusikan ke seluruh puskesmas yang ada. Hari ini kita sudah action melakukan vaksinasi dengan memperioritaskan kelompok lansia,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Luwu Utara, drg Mahrani Katma. Jumat (9/4/21)

Dia menambahkan, sosialisasi perubahan pertanyaan skrining secara virtual, yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI dan diikuti seluruh Dinas Kesehatan se Indonesia Kamis (8/4/21), yang menjadi pokok pembahasan adalah teknis dan tantangan yang kemungkinan dihadapi petugas kesehatan saat memberikan vaksinasi kepada lansia nantinya.

“Kita harap masyarakat umum ikut breperan memberikan informasi kepada petugas kesehatan atau puskesmas setempat jika ada lansia disekitar mereka,” harap Marhani.

“Pemerintah desa kelurahan juga sangat kita harapkan berperan mereka sangat penting untuk mendeteksi keberadaan para lansia di wilayah masing masing, bahkan sampai ke dusun,” sambung Marhani.

Marhani juga menyampaikan, selama dilakukan vaksinasi di Luwu Utara, sudah ada sejumlah lansia yang mendapatkan vaksin, hanya saja pihak dinas kesehatan belum mendata berapa jumlah lansia yang sudah mendapatkan suntikan sinovac itu.

“Semoga lansia kita juga antusias untuk divaksin, memang untuk mereka (lansia.red) pasti harus ada sentuhan khusus untuk meyakinkan mereka kalau vaksin ini aman, halal dan sehat,” pungkasnya. (*)

Pemkot Makassar