Hadiri HUT IGTKI ke 71, Indira Yusuf Ismail Sampaikan Mimpi Tentang Dunia Pendidikan

Ketua PAUD Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail mewakili Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menghadiri HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) ke 71, yang dirangkaikan dengan halal bil halal dan seminar sehari di Hotel Condotel, Sabtu (22/5/21).
dprd-makassar

Online24, Makassar – Ketua PAUD Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail mewakili Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menghadiri HUT Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) ke 71, yang dirangkaikan dengan halal bil halal dan seminar sehari di Hotel Condotel, Sabtu (22/5/21).

Dalam sambutannya, Indira Yusuf Ismail memberikan motivasi kepada para guru untuk tetap semangat dan ikhlas berbagi ilmu bagi anak usia dini.
“Tugas kalian sangat mulia, meski begitu banyak persoalan yang dihadapi apalagi di tengah pandemi, jangan membuat kita patah hati, tetap semangat dan ikhlas,” ujarnya.

Selain itu, Indira Yusuf pun menyampaikan mimpinya, khususnya tentang pendidikan, yakni sekolah standar untuk PAUD.

“Kita telah mendiskusikan dengan pihak swasta, bank, dan dinas pendidikan, untuk mendesign standar sekolah untuk sekolah anak usia dini” tambahnya.

Menyadari akan pentingnya dunia pendidikan khususnya di usia dini, Indira Yusuf pun menekankan pentingnya peran oranng tua dalam memberikan pendidikan awal bagi anak-anak.

“Pendidikan anak yang pertama ada di rumah, lalu kita titipkan ke sekolah. Komunikasia antar orang tua dan guru harus terjali, jangan menggantungkan hanya kepada guru,” lanjutnya.

Masa pandemi, menjadi tantangan yang cukup berat bagi para guru untuk berkreasi, sehingga anak-anak tetap mendapatkan pelajaran melalui daring. “Anak-anak mudah bosan, jika penyajian materi tidak kreatif, sehingga dibutuhkan kreatifitas lebih dari guru dimasa pandemi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Makassar, Drs Suwarman, M.Pd dalam kesempatan yang sama menyampaikan beberapa kendala yang masih dihadapi oleh guru khususnya PAUD dan TK.

“Salah satu kendala, yakni tidak adanya pengangkatan ASN untuk guru PAUD, sejak 2008 lalu, sehingga sebagian besar guru-guru PAUD adalah sukarelawan, hal ini patut mendapatkan perhatian serius demi peningkatan mutu SDM,” ujarnya. (*)

Pemkot Makassar