Dunia Perfilman Makassar Berduka, Sosok yang Ramah Ilham Noer Toadji Kini Telah Berpulang

dprd-makassar

Online24jam, Makassar, – Perfilman Makassar terbalut duka atas kepergian H. Ilham Noer Toadji, komisaris utama Aktor Timur Indonesia (ATI) Film. Minggu (01-08- 2021).

H. Ilham adalah salah satu sosok yang tergolong peramah dan peduli terhadap kemajuan film di kota Makassar yang telah melahirkan beberapa talenta berbakat putra daerah, diantaranya Luthfi S Haji Matto, dalam film Molulo Jodoh Tak Bisa Dipaksa juga merupakan Pemeran utama film Coto vs Konro, Adhe MPJ (kini personel Bolang Makassar), Beby Wirda (putri kebudayaan Sulsel 2019), serta beberapa talenta lainnya, Sulfahri Albar dan Yuni Anggreani yang turut berperan dalam beberapa film produksi partnership ATI, Rumah Semut Film Jakarta.

“Kini beliau telah pergi selama lamanya dengan meninggalkan sejuta kenangan serta beberapa harapan dan impian yang belum terwujud dalam khasanah perfilman Makassar.” Tulis Luthfi yang biasa disapa H. Matto.

Almarhum sebelumnya turut bermain dalam film pendek “Cinta 14 Hari” karya Wildanun Arkan sebagai pemeran utama. Yang sempat di nobarkan oleh Aktor Timur Indonesia beberapa bulan lalu.

Ketua Persatuan Artis Film (PARFI) Sulsel, Dr. Syahriar Tato juga menyampaikan bela sungkawanya lewat video WhatsApp. “Saya mengucapkan bela sungkawa atas berpulangnya H. Ilham seorang keluarga yang baik, seorang pemerhati dan pelaku yang cukup aktif dalam produksi film di Makassar.”

Ucapan bela sungkawa juga datang dari sutradara kondang Irham Acho Bachtiar. Dalam komentarnya Aco mengatakan, “Beliau adalah sosok yang saya kenal baik, dan sangat mendukung saya selama membuat film di Makassar. Bukan hanya saya saja tapi beliau juga selalu memberikan wadah bagi banyak teman-teman di Makassar untuk terus berkarya, memberikan tempatnya untuk di jadikan lokasi syuting, membolehkan mereka menginap, bahkan ikut bermain di dalam film film karya anak – anak Makassar. Di waktu waktu santai, saya sering diajak nongkrong di café, berdiskusi tukar pikiran mengenai kemajuan perfilman di Makassar, termasuk banyak cita cita beliau kedepannya yang ingin di wujudkan. Karena itulah saya tentu saja merasa sangat kehilangan.”

Pemkot Makassar