Deklarasi Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia Himbau Selamatkan Pulau-Pulau Kecil

Perwakilan WALHI Nasional, Edo Rahman
dprd-makassar

Online24, Makassar –  Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia mengadakan deklarasi guna menyelamatkan masyarakat lingkungan pesisir dan pulau-pulau kecil dari abrasi dan isu ancaman tenggelam akibat naiknya permukaan air laut. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Four Points Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berlangsung mulai dari 18-20 Agustus 2021 mendatang, Kamis (19/8/21).

Diketahui, Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia ini adalah simpul jaringan belajar antar CSO/masyarakat di wilayah Kawasan Timur Indonesia yang membahas isu jejaring dengan ruang lingkup pesisir, pulau-pulau kecil, dan laut ditambah konteks perubahan iklim sebagai perekat.

Ada 14 organisasi yang tergabung ke dalam Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia ini, yakni EcoNusa, WALHI Nasional, WALHI Sulsel, Yayasan Hutan Biru Sulsel, Yayasan Konservasi Laut Indonesia, Yayasan Bonebula Donggala Sulteng, Yayasan Pakativa Malut, WALHI Malut, Moluccas Coastal Care Maluku, Yayasan Tananua Flores, YSN Minaesa Sulut, Komdes Sultra, dan LPSDN NTB.

Dalam sambutannya, Perwakilan WALHI Nasional, Edo Rahman mengatakan ingin berfokus untuk mengembangkan jaringan belajar Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia ini hingga ke wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Fokus kami saat ini untuk memperluas jaringan belajar untuk komunitas-komunitas yang ada di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,” ujarnya tadi.

Edo Rahman juga mengungkapkan beberapa alasan Jaring Nusa untuk memilih fokus ke wilayah timur Indonesia.

“Alasan kami fokus di kawasan timur Indonesia, karena kawasan ini adalah potensi yang sampai hari ini menjadi perhatian dan juga terus dilirik oleh pemerintah dan pemilik sektor yang hendak mengangkat bisnisnya,” pungkasnya.

“Namun, yang tidak bisa kita kesampingkan juga adalah dampak dari iklim saat ini dan tentu yang paling utama yang terdampak dari perubahan iklim saat ini adalah teman-teman kita yang ada di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,” lanjutnya Edo Rahman.

Selain itu, ada juga pemaparan sikap dan deklarasi iklim Jaring Nusa Kawasan Timur Indonesia itu adalah sebagai berikut :

1. fakta-fakta kerentanan pesisir dan pulau kecil di KTI terhadap perubahan iklim, pembangunan dan pemanfaatan SDA semakin nyata dan membutuhkan penguatan bagi komunitas agar lebih tangguh untuk memitigasi dan mengadaptasinya.

2. cara lokal dan tradisional yang selama ini dijalankan masyarakat pesisir dan pulau kecil dalam mengadaptasi perubahan lingkungan sosial dan ekonomi penting untuk diinventarisir atau risialisinya serta agar dapat menjadi bahan belajar masyarakat lainnya.

3. Komunitas, organisasi rakyat, organisasi masyarakat sipil sepakat untuk saling belajar, saling memperkuat dan berbuat bersama agar tercipta ketahanan dan resiliensi terhadap perubahan-perubahan yang terus mengancam pesisir dan pulau-pulau kecil kita.

4. keterlibatan aktif masyarakat pesisir dan pulau kecil di KTI dalam semua perencanaan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam pesisir dan pulau kecil adalah aspek vital pembangunan agar hak akses dan kontrol mereka terhadap sumber daya pesisir dan pulau kecil tetap terjamin.

5. jejaring untuk saling menguatkan ketahanan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil sangat penting dibangun dan diperkuat agar ketahanan dan resiliensi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil bisa terbangun dan semakin kuat.

6. kebijakan dan strategi nasional yang menjamin keberlanjutan dan memperkuat resiliensi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil terhadap perubahan iklim dampak pembangunan dan pemanfaatan SDA perlu segera didorong dan diperkuat.

Pemkot Makassar