Puluhan Keluarga Terisolir, Koalisi Pemantau Infrastruktur Indonesia Minta WSBK di Sirkuit Mandalika Ditunda

Kondisi kehidupan masyarakat di lokasi Sirkuit Mandalika (Dok.KPPII)
dprd-makassar

Online24, Makassar – Koalisi Pemantau Pembangunan Infrastruktur Indonesia meminta perhelatan World SuperBike di Sirkuit Internasional Mandalika, di Desa Kuta, Nusa Tenggara Tengah, Ditunda. Koalisi CSO ini pun meminta Direktur Eksekutif SBK, Gregorio Lavilla, agar tidak menyelenggarakan WSBK di Sirkuit tersebut.

Koordinator KPPII, Muhammad Al Amin mengatakan bahwa alasan dirinya meminta penundaan WSBK di Sirkuit Mandalika karena masih banyak masyarakat lokal maupun adat sasak yang digusur dari lokasi sirkuit, belum mendapatkan perbaikan hidup dari PT ITDC.

Ada juga puluhan kepala keluarga yang masih terisolir di lokasi sirkuit. Masyarakat tidak dapat mengelolah tanah, beternak dan mencari kerang, karena menurut masyarakat, pihak ITDC masih melarang warga melakukan aktivitas di sekitar sirkuit karena belum memutuskan apakah ingin membeli lahan masyarakat atau tidak.

“Dengan kondisi seperti ini, sangat tidak etis kalau World Superbike digelar ditengah penderitaan ratusan warga dan perempuan akibat penggusuran ITDC. Saya berharap Direktur Eksekutif WSBK menunda World Superbike karena mempertimbanhkan konflik lahan dan sosial di sekitar sirkuit” Kata Amin, Jumat (12/11/21).

Lebih lanjut Amin menjelaskan bahwa saat dirinya berkunjung ke Desa Kuta, terutama di sekitar lokasi sirkuit, ia berdiskusi dengan masyarakat dan perempuan yang menjadi korban penggusuran. Menurutnya, masyarakat sangat berharap agar konflik lahan dan pemenuhan hak masyarakat di selesaikan terlebih dahulu sebelum memulai balapan.

“Saat ini, ada 96 kepala keluarga yang masih mengungsi di lahan pemerintah berharap pemukiman kembali dari ITDC. Kemudian ada 66 kepala keluarga yang masih tinggal di lokasi sirkuit hidup terlunta-lunta karena menunggu kejalasan dari ITDC terkait pembebasan lahan” Tambahnya.

Oleh karena itu, Amin mewakili 162 suara masyarakat, terkhusus perempuan korban penggusuran akibat proyek sirkuit internasional Mandalika, kami berharap penyelesaian konflik lahan dan dampak penggusuran segera diselesaikan oleh ITDC.  “Kami juga berharap agar Direktur Eksekutif WSBK ikut membantu masyarakat korban agar memperoleh hak dasarnya sebagai manusia” Tutup Amin yang juga Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulawesi Selatan.

Sekedar diketahui perhelatan World Superbike di Sirkuit Internasional Mandalika direncanakan akan digelar pada 19-20 November mendatang. Selain itu, Presiden Jokowi juga akan secara langsung meresmikan Sirkuit Internasional ini.

Pemkot Makassar