Nelayan di Pulau Terluar Pangkep Menjerit Kesulitan BBM, Sebulan Tidak Melaut

Online24,Pangkep — 

 

Sejumlah Nelayan di Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi selatan menjerit, setelah BBM yang setiap saat digunakan sebagai bahan bakar untuk melaut sangat sulit didapatkan (habis).

Salah seorang warga Pulau Sapuka, Ramlan menyampaikan bahwa kondisi ini sudah berlangsung sebulan terakhir, tanpa ada penanganan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk dapat menyuplai Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite ini.

 

“Sudah sebulan kondisinya seperti ini tidak ada pertalite, mau ambil di Lombok juga susah karena pernah ada kejadian nelayan ambil disana justru ditangkap,” ungkapnya.

 

Ramlan menyebut, nelayan yang biasanya tiap hari keluar mencari nafkah terpaksa hanya bisa berpasrah menunggu adanya stok bensin masuk agar dapat digunakan sebagai bahan bakar perahu miliknya.

 

“Sudah lama, kasihan masyarakat disinu yang rata-rata nelayan. Mereka harus berhenti melaut akibat kelangkaan oertalite di kepulauan, khususnya Kelurahan Sapuka ini,” sambungnya.

 

Tidak hanya itu, dinilai lantaran tidak adanya kepedulian pemerintah setempat dan pemerintah daerah, disebut ada ratusan nelayan yang melakukan aksi galang tanda tangan sebagai bentuk desakan kepada pemerintah untuk segera ditindaklanjuti.

 

“Bahkan ada masyarakat yang galang tanda tangan untuk desak Pak Bupati dan pengusaha SPBU atau instansi terkait yang menangani ini. Itu sekitat 300 nelayan yang melakukan aksi galang tanda tangan,” jelasnya.

 

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Pangkep, Jamaluddin saat ditemui, mengaku hingga saat ini belum ada laporan dari pemerintah setempat terkait tidak adanya stok BBM jenis pertalite di pulau itu.

 

“Sama sekali tidak ada laporan yang masuk, akan kami koordinasikan dengan instansi terkait karena ini berkaitan dengan nelayan,” ucapnya.(*)

Pemkot Makassar