Empat Hektare Lahan di Maros Terbakar, Akses Sulit Petugas Padamkan Api Dengan Ranting daun dan Kayu

Nasional, News62 Views
banner 468x60

Online24,Maros,- Lahan kebun seluas Empat Hektare di Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi selatan alami kebakaran kebat.

Lokasi yang begitu dekat dengan pemukiman padat penduduk membuat warga setempat panik.

Warga pun lalu menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros untuk melakukan pemadaman.

Berselang beberapa saat petugas damkar pun tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.

Hembusan angin yang begitu kencang membuat api terus menjalar hingga mendekati rumah penduduk.

Salah seorang warga bernama Sahril mengaku kaget, tiba-tiba saja kobaran api muncul dari belakang rumah dan begitu cepat membesar hingga membuat panik.

“Apinya tiba-tiba saja muncul, dan langsung membesar, kita belum tahu dari mana asalnya, mungkin faktor cuaca panas pak, kita lalu menghubungi pemadam,” terangnya.

Dia mengatakan warga panik lantaran lokasi titik api begitu dekat dengan rumah penduduk hanya berjarak kurang lebih 20 meter.

“Kita panik karena jaraknya sudah sangat dekat, mungkin sekitar kurang lebih 20 meter, untungnya pemadam sigap datang ke lokasi, kami sangat berterima kasih,” ungkapnya.

Sementara itu Babinkamtibmas Bonto Mate’ne, Bripka Ahmad Haris mengatakan belum mengetahui pasti penyebab dari kebakaran, menerima laporan warga ia lalu menghubungi pemadam dan melakukan pemadaman bersama petugas damkar.

“Kita belum tahu penyebabnya, sekarang kita fokus untuk memadamkan titik titik api, utamanya yang dekat dari pemukiman warga,” terangnya.

Pada proses pemadaman api, petugas gabungan mengalami kendala akses jalan, pasalnya titik-titik api berada di tengah lahan perkebunan dan lahan tak berpenghuni.

Petugas lalu berupaya keras menuju titik api dengan menggunakan cara pemadaman manual yakni menggunakan ranting dan dan kayu.

” Karena akses terbatas mobil pemadam tidak bisa terlalu masuk ke dalam kita lakukan pemadaman manual dengan ranting daun dan kayu, alhamdulillah perlahan berhasil dipadamkan,” ungkap Bripka Ahmad Haris.

Butuh waktu 45 menit bagi petugas untuj menjinakan sijago merah, petugas pun menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap kebakaran saat musim kemarau seperti sekarang.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *