Pemkab Maros Akan Bangun Ulang Jembatan Pakere, Siapkan Rp25 Miliar

Nasional, News892 Views
banner 468x60

Online24,Maros– Perbaikan Jembatan Haji Bohari di Dusun Pakere, Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, diperkirakan menelan anggaran hingga Rp25 miliar. Jembatan penghubung Desa Bonto Tallasa dan Desa Tanete itu memiliki panjang sekitar 50 meter dan lebar 3 meter.

 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTRPP Maros, Muhammad Alif Husnaeni, menegaskan kerusakan pada Jembatan Haji Bohari sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditangani dengan perbaikan sementara.

 

“Berdasarkan kondisi keseluruhan bentang struktur, baik bagian atas maupun bawah sejak kejadian pertama, pertimbangan teknisnya jembatan ini memang tidak bisa diperbaiki secara temporer, tetapi harus diganti atau dibangun baru,” ujar Alif.

 

Ia menjelaskan, proses perencanaan teknis kini tengah berjalan di tingkat pusat melalui PNUP.

“Perencanaannya sementara berproses di PNUP,” katanya.

 

Alif menyebutkan kebutuhan anggaran untuk pembangunan ulang jembatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp25 miliar.

“Ini jadi atensi khusus bapak bupati. Mudah-mudahan tidak ada halangan, insyaallah tahun depan sudah bisa dimulai penanganannya. Perkiraan sementara biayanya di kisaran 25 miliar rupiah,” jelasnya.

 

Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam menegaskan bahwa pihaknya sejak awal berhati-hati dalam menangani jembatan tersebut agar tidak dilakukan perbaikan setengah-setengah.

 

“Dulu kita memang khawatir kalau hanya direhab biasa, karena menurut konsultan harus dirobohkan total. Konstruksinya sudah tidak tahan lagi,” kata Chaidir.

 

Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah persiapan pembersihan lokasi sebelum pembangunan fisik dimulai.

“Hari ini dinas PU akan turun melakukan persiapan pembersihan terlebih dahulu dan langkah-langkah teknis yang akan diambil,” ujarnya.

 

Chaidir berharap seluruh proses berjalan lancar mengingat Jembatan Haji Bohari memiliki peran strategis bagi konektivitas warga di wilayah Simbang dan sekitarnya.

 

Sebelumnya, jembatan tersebut roboh pada Kamis (20/11/2025) sekitar pukul 13.00 Wita. Aparat desa kemudian memasang spanduk larangan melintas, sementara motor-motor warga tampak terparkir di ujung jembatan. Sejumlah warga juga datang melihat langsung kondisi jembatan yang sudah mengalami retak sejak beberapa bulan terakhir.

 

“Sehabis pemilihan jembatannya rusak, sekitar Februari lalu,” ujar Mustafa, salah satu warga. Ia menyebutkan, setelah retak, jembatan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, sementara mobil harus memutar sejauh 3 km.

“Kalau lewat sini lebih cepat, hanya 1 km ke kota Maros,” tambahnya.

 

Camat Simbang Muhammad Yusri Rasyid mengatakan jembatan tersebut sebelumnya sudah pernah rubuh pada Maret lalu, meski masih dapat dilewati warga. Ia menyebutkan sehari sebelum kejadian, sempat terjadi pelonsoran.

“Turun sekitar 40 cm,” ujarnya.

 

Menurut Yusri, kerusakan jembatan dipicu oleh erosi air akibat curah hujan tinggi yang mengikis pondasi. Jembatan yang berusia sekitar 20 tahun itu akhirnya tidak mampu menahan tekanan air dan kembali ambruk.

 

Pihak kecamatan telah melaporkan insiden tersebut kepada Pemda Maros.

“Besok tim teknis dari PU akan datang ke sini,” jelasnya.

 

Jembatan Haji Bohari merupakan akses vital penghubung Desa Tanete dan Desa Bonto Tallasa. Ambruknya jembatan membuat ribuan warga terdampak dan terpaksa mencari jalur alternatif.

“Ini jembatan utama. Warga harus memutar lewat jembatan baru Ammarang–Bulusipong,” tutup Yusri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *