BI Puji Akselerasi Digitalisasi Maros, Dorong ASN Jadi Role Model QRIS

Nasional, News1276 Views
banner 468x60

Online24,Maros— Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Ricky Satria, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros dalam menggenjot implementasi digitalisasi keuangan daerah.

 

Maros dinilai sebagai salah satu daerah yang paling progresif dalam penerapan transaksi non-tunai di Sulawesi Selatan.

 

​Ricky Satria mengungkapkan bahwa langkah digitalisasi ini merupakan amanat dari berbagai kementerian untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memastikan tata kelola keuangan yang lebih transparan dan terkontrol.

 

​”Secara teori, pemanfaatan teknologi pasti membawa manfaat besar, mulai dari aspek kecepatan, mencegah kebocoran, hingga memudahkan monitoring setiap saat. Hal ini jauh lebih efektif dibandingkan sistem manual,” ujar Ricky usai menghadiri kegiatan di Maros.

 

​Maros Unggul di Sulsel

 

​Ricky menyebutkan bahwa jika dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan, pergerakan Pemkab Maros di bawah kepemimpinan Bupati Chaidir Syam tergolong sangat cepat. Salah satu indikatornya adalah keberanian Bapenda Maros memulai inisiatif seperti Bapenda Award dan digitalisasi sektor-sektor publik.

 

​”Beliau (Bupati Maros) sangat kencang dukungannya, bahkan komunikasi kami intens terus lewat pesan singkat untuk memastikan program ini jalan. Di Maros sekarang mal sudah mulai didorong digital, begitu juga objek wisata,” tambahnya.

 

​Meskipun progresif, Ricky mengakui adanya tantangan teknis di lapangan, terutama di objek wisata unggulan seperti Bantimurung dan Leang-Leang. Kompleksitas pembagian bagi hasil tiket antara pemerintah daerah, taman nasional, dan asuransi sempat menjadi kendala.

 

​Namun, BI Sulsel telah turun tangan memberikan solusi teknis agar sistem pembayaran tetap bisa berjalan secara digital. “Bantimurung memang agak kompleks bagi hasilnya, tapi sudah kita bikinkan sistemnya dan sekarang beres. Wisatawan yang didominasi milenial tentu lebih nyaman jika semuanya sudah digital,” jelas Ricky.

 

​Ke depan, Bank Indonesia berharap akselerasi digitalisasi di Maros tidak hanya berhenti pada penyediaan sistem, tetapi juga pada pembentukan ekosistem pengguna. Dalam hal ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta menjadi contoh nyata bagi masyarakat.

 

​”ASN harus menjadi role model. Mulailah mengajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk bertransaksi pakai QRIS. Jika ekosistem ini terbentuk di pasar, sekolah, hingga warung kopi, maka akselerasi ekonomi digital di Maros akan melesat lebih cepat,” pungkas Ricky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *