Kemenag Tetapkan 1 Syawal 1447 H Sabtu 21 Maret

Berita84 Views
banner 468x60

Online24, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mengungkapkan bahwa posisi hilal penentu awal Syawal 1447 Hijriah di Indonesia belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Sidang Isbat di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Ia menjelaskan, secara astronomis konjungsi atau ijtimak telah terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB.

Namun demikian, posisi hilal saat matahari terbenam masih tergolong rendah sehingga belum memenuhi syarat visibilitas.

“Tinggi hilal di Jakarta saat matahari terbenam hanya 1,95 derajat, masih di bawah 3 derajat,” ujarnya.

Secara nasional, ketinggian hilal bervariasi antara 0,91 derajat di wilayah timur Indonesia hingga sekitar 3,13 derajat di sebagian wilayah Aceh.

Selain tinggi hilal, faktor penting lainnya adalah elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari.

Untuk itu, Nasaruddin Umar menetapkan 1 Syaeal 1447 Hijriah atau Idul Fiti tahun 2026 akan jatuh pada Sabtu (21/3/2026) lusa.

Menteri Agama pun menyampaikan agar bisa menghormati keputusan tersebut mengingat ada perbedaan antara Muhammadiyah dan Pemerintah di tahun 2026 ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *