Online24jam,Makassar, 6 April 2026 — Peristiwa tragis menimpa seorang pelajar berinisial AS (15) di Kota Makassar. Remaja tersebut meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman oleh pria dewasa berinisial IA (35), yang tak lain merupakan tetangganya sendiri.
Insiden berdarah itu terjadi di Jalan Baji Pamai 5, Kelurahan Tamparang Keke, Kecamatan Mamajang, pada Senin (6/4) sore. Kejadian ini diduga dipicu oleh emosi pelaku terhadap sekelompok remaja yang kerap berkumpul dan dianggap membuat keributan di sekitar rumahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku IA (35) bersama kakaknya, IW (45) sebelumnya telah berulang kali menegur para remaja yang kerap ngumpul di ujung lorong Baji Pamai 4 dan diduga sering membuat gaduh. Namun, teguran itu disebut tidak diindahkan. Bahkan, para remaja diduga kerap melawan dan melontarkan ejekan, yang akhirnya memicu kemarahan pelaku.
Ketegangan pun memuncak hingga terjadi keributan. Nahas, korban AS yang berada di lokasi justru berniat melerai pertikaian tersebut. Namun, ia malah menjadi sasaran dan terkena sabetan badik yang dibawa pelaku. Luka serius yang diderita membuat korban harus segera dilarikan ke rumah sakit.
Sayangnya, upaya penyelamatan tidak berhasil. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis.
Kapolsek Mamajang, Kompol Mustari, membenarkan kejadian tersebut.
“Korban seorang pelajar AS sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, terduga pelaku berinisial IA sehari-hari bekerja sebagai pelayan warkop di kawasan Jalan Baji Minasa,” ujarnya.
Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri. Namun, aparat gabungan dari Jatanras Polrestabes Makassar bersama Polsek Mamajang bergerak cepat melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku.
Polisi kini telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kasus tersebut.
Di sisi lain, suasana duka sempat berubah menjadi amarah. Rumah pelaku dilaporkan dirusak oleh massa usai prosesi pemakaman korban. Aksi tersebut bahkan sempat menjadi tontonan warga sekitar sebelum akhirnya situasi kembali kondusif.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik secara bijak dan menahan emosi, agar tidak berujung pada hilangnya nyawa yang tak bersalah.
Sebagaimana diketahui, pelaku sesungguhnya menaruh dendam pada remaja berinisial FK. Bahkan dikatakan Pelaku sempat memukuli FK. Melihat kejadian itu, DF tidak kuasa melihat temannya dipukuli hingga ia pun membalaskan. Disaat itulah Korban datang melerai namun justru ia menjadi sasaran amukan.





