Debut di MTQ Sulsel, Kaligrafi Digital Catat 22 Peserta

Nasional, News67 Views
banner 468x60

Online24,Maros- Lomba kaligrafi digital di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Sulawesi Selatan ke XXXIV di Kabupaten Maros menjadi salah satu golongan lomba yang menarik perhatian.

 

Pasalnya, golongan lomba ini baru pertama kali dilaksanakan di ajang MTQ Provinsi. Setelah sebelumnya, kaligrafi digital ini dijadikan eksebisi di MTQ Tingkat Nasional di Kalimatan Timur tahun 2024 lalu.

 

“Untuk MTQ Provinsi kita di Sulsel yang pertama adakan lomba ini. Karena memang masih sangat baru. di Tingakt Nasional saja itu masih eksebisi,” kata Ketua tim lomba MTQ Sulsel, Wahyadi Syarifuddin, Kamis (16/4/20206).

 

Meski terbilang baru, Wahyadi menyebut, total peserta lomba kaligrafi digital di MTQ Sulsel ini terbilang cukup tinggi karena mencapai 22 orang putra dan putri. Saat eksebisi di MTQ Nasional, pesertanya bahkan hanya sekitar 10 orang.

 

“Alhamdulillah antusias peserta sangat tinggi, kalaupun ini masih baru. Ini golongannya juga tetap akan ada juara putra dan putrinya nanti,” terangnya.

 

Ia menjelaskan, khusus kaligrafi digital, pelaksanaan lombanya tidak dilakukan di aula Palaguna Pesantren Nahdlatul Ulum Soreang, melainkan di ruang pola kantor Bupati Maros bersama dengan cabang karya tulis ilmiah Alquran.

 

“Karena fasilitas digitalnya harus memadai, makanya kita laksanakan di ruang pola. Setiap perangkat peserta itu dikoneksikan dengan layar yang bisa dipantau dewan hakim. Jadi tidak ada istilah kecurangan. Semua karya harus dibuat langsung tanpa menggunakan template,” paparnya.

 

Lebih lanjut, Wahyadi menyebut pelaksanaan cabang lomba kaligrafi untuk semua golongan sudah rampung hari ini dan akan memasuki babak final untuk esok hari, Jumat (17/4).

 

“Iya jadi semua golongan lomba di cabang kaligrafi ini sudah selesai untuk babak penyisihan. Besok sudah masuk finalnya,” pungkasnya.

 

Sebelumnya, Wahyadi menjelaskan, persiapan untuk pelaksanaan final semua cabang dan golongan lomba sudah dilakukan, termasuk perolingan dewan hakim ke cabang lomba untuk menjaga sistem penilaian tetap objektif.

 

Selain itu, perangkat lomba, juga telah disiapkan secara matang guna meminimalisir kendala tekhnis pada saat pelaksanaan babak final.

 

“Supaya tidak ada indikasi keberpihakan, misalnya karena pesertanya berasal dari daerah yang sama. Jadi penilainnya benar-benar murni dari kualitas,” pungkasnya.

 

Tolong buatkan beberapa judul menarik versi detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *