Online24,Maros – Persaingan menuju kursi Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Maros semakin mengerucut. Kini hanya tersisa tiga kandidat yang akan bertarung pada tahap akhir seleksi.
Ketiganya yakni Johansah Haruna, Wawan Mattaliu, dan petahana Havid S Fasha. Mereka akan mengikuti tahapan Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK) sebagai penentu arah kepemimpinan partai ke depan.
Di antara ketiga nama tersebut, Havid S Fasha dinilai sebagai figur terkuat. Statusnya sebagai petahana serta rekam jejak kepemimpinan menjadi modal utama dalam kontestasi ini.
Sejumlah bakal calon lain dipastikan tidak melanjutkan proses penjaringan. Di antaranya Muliati dan Muh. Yusuf yang merupakan anggota DPRD Maros, serta Ansar selaku sekretaris umum.
Tahapan UKK bagi kandidat Ketua DPC PKB se-Sulawesi Selatan mulai digelar pada Kamis (23/4/2026). Proses ini melibatkan akademisi dari Universitas Negeri Makassar sebagai tim penilai independen.
“Semua hasil fit and proper test nanti akan dibawa ke DPP. DPP yang menentukan siapa yang layak untuk ditetapkan,” ujar Havid.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kapasitas kepemimpinan hingga capaian politik para kandidat. Tahapan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 29 April mendatang.
Havid menyebut, jumlah kandidat masih bisa kembali berkurang setelah tahap ini.
“Bisa saja dari tiga ini nanti tinggal dua, bahkan satu, tergantung hasil penilaian,” jelasnya.
Kekuatan Havid sebagai petahana tak lepas dari capaian politik yang pernah diraih. Di bawah kepemimpinannya, Partai Kebangkitan Bangsa Maros berhasil bangkit dari tanpa kursi di DPRD menjadi empat kursi pada Pemilu 2019.
Pada periode berikutnya, perolehan kursi turun menjadi tiga. Meski demikian, Havid menilai basis massa partai tetap stabil.
“Kalau melihat massa riil di bawah, sebenarnya masih stabil,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya soliditas internal dalam membesarkan partai.
“Namanya kita pejuang untuk membesarkan partai, tidak bisa mundur. Harus terus maju,” tegasnya.
Havid juga mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga kebersamaan, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai ketua.
“Siapa pun yang terpilih, kita tetap harus membantu. Yang penting bagaimana partai ini bisa lebih berkembang,” tambahnya.
Di sisi lain, PKB Maros masih menghadapi sejumlah tantangan organisasi, salah satunya belum memiliki sekretariat definitif dan masih menggunakan sistem sewa.
Adapun pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) akan digelar setelah seluruh tahapan UKK rampung dan menunggu keputusan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP).

















