Jelang Idul Adha, BBVet Maros Perketat Lalu Lintas Hewan Kurban

Nasional, News64 Views
banner 468x60

Online24,Maros – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Balai Besar Veteriner (BBV) Maros memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban guna mencegah penyebaran penyakit ternak.

Kepala BBV Maros, drh.H.Agustia, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penyediaan personel hingga alat dan bahan untuk pengujian kesehatan hewan kurban.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami mengambil peran dalam mengamankan penyakit-penyakit hewan ternak kurban yang akan diperdagangkan maupun dilalulintaskan,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (28/4/2026).

Ia menjelaskan, kondisi penyakit ternak di wilayah Sulawesi Selatan saat ini relatif terkendali. Hal tersebut terlihat dari jumlah laporan kasus yang jauh lebih kecil dibandingkan populasi ternak yang mencapai ratusan ribu ekor.

“Bukan berarti tidak ada, tapi jumlah laporan sangat kecil sehingga kami katakan masih dalam kondisi terkendali,” jelasnya.

Dalam pengawasan lalu lintas ternak antar daerah, BBV Maros berperan memastikan kesehatan hewan melalui pengujian penyakit sebagai salah satu syarat penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Laporan hasil uji tersebut diperoleh melalui pengujian laboratorium veteriner, guna memastikan ternak dalam kondisi sehat sebelum dilalulintaskan.

“Ini prosedur penting untuk memastikan hanya ternak sehat yang boleh dilalulintaskan,” tegasnya.

Meski demikian, BBV Maros masih menemukan sejumlah kecil ternak yang terindikasi penyakit.

“Temuannya sangat sedikit, paling tidak sekitar satu persen,” ungkapnya.

Hingga saat ini, BBV Maros telah melakukan pengujian terhadap 18.481 sampel hewan untuk kepentingan lalulintas.

Hasil pengujian tersebut dituangkan dalam laporan hasil uji yang kemudian diserahkan pedagang kepada dinas terkait. Jika dinyatakan memenuhi syarat, dinas akan menerbitkan SKKH sebagai izin resmi lalu lintas ternak.

Selain pengawasan, BBV Maros juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Salah satu langkah sederhana adalah dengan memperhatikan kondisi fisik hewan.

Ia menyebut, ciri hewan yang tidak sehat seperti sapi yang terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK), diantaranya mengeluarkan air liur berlebihan hingga berbusa serta lepuhan pada mukosa mulut.

“Kalau sudah seperti itu, jangan dipilih untuk kurban,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga disarankan memastikan hewan tidak dalam kondisi demam dengan cara menyentuh tubuhnya.

“Kalau terasa panas, kemungkinan besar hewan itu sakit,” tambahnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat memperoleh hewan kurban yang sehat dan aman, sekaligus mencegah penyebaran penyakit ternak menjelang Idul Adha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *