Online24, Maros— Menyambut puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar zikir dan doa bersama. Kegiatan ini dipusatkan di Kabupaten Maros dan diikuti secara daring oleh seluruh daerah di Sulsel.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail, mengatakan kegiatan ini merupakan ikhtiar spiritual untuk mendukung kelancaran proses Armuzna, yang menjadi inti dari rangkaian ibadah haji.
“Alhamdulillah proses pemberangkatan haji, khususnya di Embarkasi Makassar, berjalan aman dan lancar. Insyaallah pada 9 Dzulhijjah, jemaah akan diberangkatkan ke Arafah untuk melaksanakan wukuf, dilanjutkan mabit di Muzdalifah dan Mina. Ini adalah puncak haji,” jelasnya.
Menurutnya, zikir dan doa bersama diperkuat tahun ini mengingat pentingnya fase Armuzna.
Harapannya, seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan selamat dan kembali ke tanah air sebagai haji mabrur.
“Makanya kami berinisiatif melaksanakan doa dan zikir bersama agar proses di Armuzna berjalan aman dan lancar, serta jemaah kita bisa menunaikan ibadah dengan baik,” katanya.
Ikbal menjelaskan, kegiatan serupa sebelumnya rutin digelar menjelang keberangkatan. Namun tahun ini difokuskan kembali menjelang puncak haji dengan cakupan lebih luas.
Pelaksanaan zikir dipusatkan di Maros atas permintaan Kantor Kementerian Haji dan Umrah setempat, dan disiarkan melalui platform daring untuk menjangkau seluruh wilayah Sulsel.
“Ini atas inisiatif Kemenag Maros, dan kami sangat mengapresiasi. Kegiatannya terpusat di Maros dan diikuti secara Zoom se-Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin, menyebut pihaknya merasa bangga dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.
“Ini momen penting untuk menyambut proses Armuzna, dengan harapan seluruh jemaah, khususnya dari Sulsel dan Maros, dapat berangkat dengan selamat, menjalankan ibadah dengan baik, dan kembali meraih haji mabrur,” ujarnya.
Ia juga memastikan kondisi jemaah haji asal Maros dalam keadaan baik berdasarkan laporan petugas kloter.
“Alhamdulillah, dari laporan yang kami terima, jemaah dalam kondisi sehat. Kami terus mengingatkan agar menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, serta memperbanyak doa menjelang Armuzna,” katanya.
Mengenai jadwal kepulangan jemaah haji Sulsel dijadwalkan mulai 1 Juni, dengan kedatangan pertama di Embarkasi Makassar pada pukul 22.30 WITA.
“Jemaah asal Maros dijadwalkan kembali pada 11 Juni dalam kelompok terbang (kloter) 14,” singkatnya.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah haji, khususnya di Armuzna, dapat berjalan lancar, mengingat wukuf di Arafah menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah haji.
















