Online24,Maros – Program layanan Makkah Route di Embarkasi Makassar kembali mendapat apresiasi karena dinilai mampu mempercepat proses keberangkatan jemaah haji. Melalui layanan ini, pemeriksaan imigrasi tidak lagi dilakukan di Arab Saudi, melainkan sudah diselesaikan sejak di Indonesia.
Ketua Tim Makkah Route Embarkasi Makassar, Obaid Fala Alotaibi, mengatakan proses pemeriksaan dokumen dan imigrasi kini berlangsung sangat cepat. Bahkan, jika sistem berjalan normal, prosesnya bisa selesai dalam hitungan detik.
“Proses ini hanya membutuhkan waktu sekitar 2–3 menit jika ada kendala. Namun jika lancar, bisa kurang dari 5 detik,” ujar Obaid di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu (3/5/2026).
Ia menjelaskan, Makkah Route merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia untuk meningkatkan kualitas layanan haji, khususnya pada tahap keimigrasian.
Dengan sistem ini, seluruh proses keimigrasian diselesaikan di bandara keberangkatan. Setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi mengantre di imigrasi dan bisa langsung menuju bus untuk diberangkatkan ke hotel.
“Nanti saat tiba, jemaah langsung menuju bus. Bagasi mereka juga sudah menunggu di hotel masing-masing,” jelasnya.
Menurut Obaid, sistem ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah. Seluruh alur layanan, mulai dari pemeriksaan paspor hingga distribusi jemaah, telah terintegrasi dengan baik.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak di Makassar, termasuk Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, dalam menyukseskan program tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Semoga program ini terus berkembang,” katanya.
Embarkasi Makassar sendiri menjadi salah satu dari empat embarkasi di Indonesia yang menerapkan Makkah Route, bersama Jakarta, Solo, dan Surabaya. Ke depan, program ini diharapkan bisa diperluas ke wilayah lain, khususnya di Indonesia Timur.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menyebut program ini sebagai terobosan penting dalam meningkatkan pelayanan haji.
“Selama ini pemeriksaan imigrasi dilakukan di Madinah atau Jeddah. Sekarang sudah diselesaikan di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, area layanan Makkah Route di Bandara Sultan Hasanuddin bahkan telah dikategorikan sebagai wilayah kerja otoritas Arab Saudi. Artinya, seluruh proses pemeriksaan dilakukan langsung oleh petugas imigrasi Saudi sebelum keberangkatan.
“Ketika jemaah masuk ke area tersebut, secara sistem sudah dianggap berada di wilayah Arab Saudi,” jelasnya.
Dengan statusnya sebagai embarkasi terbesar di kawasan timur Indonesia, Makassar dinilai memiliki peran strategis dalam pengembangan layanan haji yang lebih modern dan efisien.













