Online24jam, Makassar,- Upaya peningkatan kesehatan masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Banta-Bantaeng, Kota Makassar. Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga dalam Upaya Penanganan Kasus Diare dengan Penggunaan Kayu Secang pada Air Minum Isi Ulang.”
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam memanfaatkan bahan alami, khususnya kayu secang, sebagai alternatif sederhana untuk membantu menjaga kualitas air minum isi ulang dan mencegah risiko penyakit diare di lingkungan keluarga.
Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan Tim Dosen dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar oleh Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes dan Rostina S, S.ST., M.Kes bersama Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas Kassi-Kassi yang memberikan edukasi melalui metode penyuluhan, diskusi interaktif, serta demonstrasi langsung terkait penggunaan kayu secang sebagai alternatif dalam menjaga kualitas air minum isi ulang. Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat, yang ditunjukkan dengan tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memberikan penyuluhan serta demonstrasi langsung terkait penggunaan kayu secang pada air minum isi ulang. Metode ini diperkenalkan sebagai alternatif yang mudah, aman, dan berbasis kearifan lokal dalam upaya meningkatkan kesehatan keluarga.
“Kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, agar mampu secara mandiri menjaga kualitas air minum di lingkungan keluarga. Kayu secang memiliki potensi sebagai bahan alami yang dapat dimanfaatkan dalam upaya pencegahan diare,” ujar Rostina S.
Khiki Purnawati Kasim menegaskan bahwa seluruh kegiatan pengabdian yang dilaksanakan telah melalui kajian ilmiah di lingkungan kampus. “Sebelum diterapkan di masyarakat, metode pemanfaatan kayu secang ini terlebih dahulu dikaji dan diuji secara akademis di Poltekkes Kemenkes, sehingga aman dan dapat diaplikasikan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dapat disimpulkan bahwa kayu secang (Caesalpinia sappan L.) mampu menurunkan bakteri Coliform pada air yang dimasak maupun air minum isi ulang. Penggunaan 1 gram kayu secang dalam 1 liter air minum dengan waktu kontak 12 jam terbukti memenuhi standar PERMENKES RI No. 2 Tahun 2023, yaitu 0 CFU/100 ml,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang terlihat dari tingginya antusiasme peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan. Para ibu rumah tangga aktif berdiskusi dan terlibat dalam praktik penggunaan kayu secang.
Turut hadir Lurah Banta-Bantaeng, Anselmus Watratan, S.M yang memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian seperti ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kualitas air minum dan kesehatan lingkungan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian juga melakukan penyerahan alat kepada masyarakat yang dapat digunakan dalam penerapan metode yang telah diajarkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dapat lebih berdaya dalam menjaga kesehatan keluarga serta mampu menerapkan solusi sederhana, ekonomis, dan berbasis potensi lokal dalam upaya pencegahan penyakit diare.(*)
















