Online24jam, Makassar, – Semangat menjaga lingkungan hidup mewarnai pelaksanaan Jalan Sehat “Makassar Move” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, ribuan peserta turut ambil bagian dalam aksi yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Kegiatan dimulai dari kawasan Balaikota Makassar, kemudian peserta berjalan menyusuri Jalan Hasanuddin hingga Jalan Nusantara sebelum finis di Gedung Makassar Creative Hub (MCH) 2. Sepanjang rute, peserta diajak mengumpulkan sampah yang ditemukan di sekitar jalur jalan sehat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan kota.
Setibanya di garis finis, seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian ditimbang untuk mengetahui jumlah sampah yang berhasil diselamatkan dari lingkungan. Aksi ini menjadi simbol bahwa menjaga kebersihan kota dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melontarkan gagasan menarik untuk memperkuat gerakan peduli lingkungan hingga ke tingkat kelurahan. Ia mengusulkan agar setiap instansi pemerintah, BUMD, hingga unsur terkait memiliki satu kelurahan binaan yang akan dibina dalam hal kebersihan dan pengelolaan sampah.
“Kita juga minta Kapusda juga membinanya satu. Ibu Kadin mau bina satu. Jadi semuanya akan ikut terlibat dan kita akan pertandingkan. Saya juga akan membina satu, tapi belum tentu saya juara,” ujar Munafri.
Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur pemerintah dalam membina wilayah akan menciptakan budaya kompetisi yang positif sekaligus menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kita akan melakukan itu bersama-sama, dan mudah-mudahan dengan gerakan ini kita memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Semua tempat yang dimiliki pemerintah harus menjadi tempat yang bisa dilakukan proses pemilahan sampahnya,” lanjutnya.
Munafri menjelaskan, nantinya setiap instansi pemerintah maupun Perusahaan Umum Daerah (Perumda) akan memiliki satu kelurahan binaan yang akan dinilai berdasarkan kebersihan lingkungan dan keberhasilan program pemilahan sampah. Hasil penilaian tersebut rencananya akan diumumkan pada peringatan Hari Jadi Kota Makassar mendatang.
Gagasan tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Melalui gerakan “Makassar Move”, Pemerintah Kota Makassar ingin menegaskan bahwa aksi menghadapi perubahan iklim tidak cukup hanya dengan slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan warga, Makassar optimistis dapat menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.














