Gempa M 7,7 Guncang Kepulauan Sangihe, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Sejumlah Wilayah

Berita, Nasional33 Views
banner 468x60

Online24, Makassar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026) pagi.

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada pukul 06.37 WIB dengan pusat gempa berada di laut sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe. Gempa tersebut berada pada kedalaman 105 kilometer dengan koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur.

Akibat gempa kuat tersebut, BMKG segera mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur. Dalam informasi resmi yang dirilis BMKG, wilayah yang masuk dalam peringatan dini meliputi Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur.

Masyarakat yang berada di kawasan pesisir diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan instansi terkait kebencanaan. BMKG juga mengimbau warga menjauhi area pantai hingga ada informasi lebih lanjut mengenai perkembangan situasi.

Peristiwa ini kembali mengingatkan tingginya aktivitas seismik di kawasan timur Indonesia yang berada di jalur pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Wilayah Kepulauan Sangihe dan Laut Maluku memang dikenal sebagai salah satu zona rawan gempa bumi dan tsunami.

Sebelumnya, pada April 2026, gempa besar Magnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah Laut Maluku juga sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG saat itu menjelaskan bahwa sistem peringatan dini tsunami bekerja cepat dengan informasi awal diterbitkan hanya beberapa menit setelah gempa terdeteksi.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa dan kemungkinan perubahan status peringatan tsunami. Masyarakat diimbau untuk hanya mengakses informasi resmi melalui kanal BMKG dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

BMKG menegaskan bahwa parameter gempa dapat mengalami pembaruan seiring analisis lanjutan oleh para ahli seismologi. Oleh karena itu, masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi secara berkala melalui kanal resmi BMKG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *