Bawaslu Sulsel Wanti-Wanti Ancaman Politik Uang Digital Jelang Pemilu 2029

Berita, Regional84 Views
banner 468x60

Online24, Makassar – Bawaslu Sulawesi Selatan menegaskan bahwa menjaga integritas pemilu bukan hanya tugas lembaga pengawas, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki peran strategis dalam mengawal demokrasi.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, saat memberikan materi dalam kegiatan kaderisasi pengawasan partisipatif. Ia menekankan pentingnya keberanian moral masyarakat sipil untuk terlibat aktif mencegah berbagai pelanggaran pemilu, termasuk praktik politik uang yang dinilai menjadi ancaman serius bagi demokrasi.

“Jika praktik money politik dan pelanggaran lainnya kita anggap merusak demokrasi, lantas kenapa kita tidak berdiri untuk mencegah?” tegas Saiful di hadapan peserta.

Menurutnya, kehadiran Bawaslu melalui program kaderisasi seperti P2P bertujuan membangun kesadaran publik sekaligus mengorganisir kepedulian masyarakat menjadi gerakan pengawasan partisipatif yang terstruktur dan efektif di lapangan.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak lagi dapat dilakukan secara konvensional. Seiring perkembangan teknologi informasi, berbagai modus pelanggaran, khususnya politik uang, kini mengalami transformasi dan semakin sulit terdeteksi.

“Banyak jenis praktik politik uang, kecanggihan teknologi sekarang memperkaya bentuk-bentuk money politik, maka dibutuhkan generasi yang paham dengan kecanggihan itu,” ujarnya.

Saiful menilai tantangan pengawasan pemilu ke depan akan semakin kompleks karena pelanggaran tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga merambah ruang digital. Karena itu, generasi muda diharapkan memiliki literasi digital yang kuat agar mampu mendeteksi dan melaporkan potensi pelanggaran siber sejak dini.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, Bawaslu Sulsel juga mendorong lahirnya agen-agen demokrasi yang kreatif, adaptif, dan mampu menyebarluaskan pemahaman tentang pentingnya pemilu yang jujur dan adil kepada masyarakat luas.

Diskusi yang dibangun selama pelatihan diharapkan tidak hanya menjadi forum transfer pengetahuan, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang dapat menciptakan efek berantai dalam memperkuat budaya pengawasan partisipatif menjelang Pemilu 2029.

“Yang kita harapkan dari kegiatan ini adalah bagaimana kita membangun diskusi yang lebih inovatif dan menjadi snowball nantinya di Pemilu 2029,” pungkas Saiful.

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan beragamnya bentuk pelanggaran pemilu, Bawaslu Sulsel menilai keterlibatan generasi muda menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan memastikan pesta demokrasi 2029 berlangsung bersih, jujur, dan berintegritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *