Online24, Maros- Sebuah rumah panggung semi permanen di Dusun Sakeang, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ludes terbakar pada Kamis (18/6/2026) dini hari. Dalam peristiwa tersebut, seorang balita bernama Cahaya (5) meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah yang terbakar.
Kepala Desa Benteng Gajah, Ansar, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 00.30 Wita saat penghuni rumah sedang tertidur pulas. Saat kejadian, di dalam rumah terdapat seorang ibu bersama dua anaknya.
“Jadi pas kejadian itu, ibunya sedang tidur bersama kedua anaknya. Begitu terbangun karena kebakaran, dia sempat menyelamatkan anak bungsunya ke teras rumah,” kata Ansar kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

Menurut Ansar, setelah meletakkan anak bungsunya di teras, sang ibu berusaha kembali masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan Cahaya. Namun kobaran api yang semakin besar membuat korban tidak dapat dijangkau.
“Dia kembali mau ambil anaknya yang satu, tapi sudah tidak bisa masuk lagi karena terjebak api. Korban yang meninggal posisinya di dalam kamar,” ungkapnya.
Api dengan cepat membesar karena bangunan rumah didominasi material kayu dan sebagian menggunakan terpal. Dalam waktu singkat, seluruh bangunan hangus hingga rata dengan tanah.
Ansar mengungkapkan warga sempat berupaya memadamkan api secara manual. Namun keterbatasan sumber air dan lokasi rumah yang cukup terpencil membuat api sulit dikendalikan.
“Memang rumah ini posisinya jauh dari tetangga. Saat kebakaran warga juga kesulitan air. Jadi api cepat sekali membesar,” jelasnya.
Satu unit mobil pemadam kebakaran sempat tiba di lokasi. Namun saat petugas datang, kondisi rumah sudah hampir seluruhnya terbakar.
“Ada damkar yang datang, tapi saat tiba rumah sudah habis terbakar. Lokasinya memang jauh dari pos pemadam,” ujar Ansar.
Pemerintah Desa Benteng Gajah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Maros. Saat ini pihak desa masih melakukan pendataan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Ansar juga mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran di rumah masing-masing, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kompor dan tabung gas.
“Kami berharap masyarakat selalu memperhatikan kondisi dapur sebelum tidur dan meningkatkan kewaspadaan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun warga menduga api berasal dari kebocoran tabung gas elpiji yang kemudian memicu kebakaran hebat.

















