Online24, Gowa – Keluarga besar almarhum H. Abdul Hamid Daeng Naba dan almarhumah Hj. Sitti Siada Daeng Siang menyatakan tidak akan ikut campur maupun memberikan perlindungan kepada Bupati Gowa, Husniah Talenrang, atas berbagai polemik yang kini menjadi sorotan publik.
Sikap tersebut juga menegaskan bahwa seluruh persoalan yang berkaitan dengan jabatan sebagai kepala daerah merupakan tanggung jawab pribadi.
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Dusun Kaluarrang, Desa Manjappai, Kabupaten Gowa, Sabtu (11/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga menyampaikan sikap resmi terkait isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Keluarga menilai amanah sebagai Bupati Gowa adalah tanggung jawab yang melekat pada individu yang menjabat. Oleh karena itu, segala konsekuensi yang timbul, baik dari sisi moral, etika, maupun hukum, harus dihadapi secara pribadi tanpa membawa nama keluarga.
“Kami menegaskan dengan jelas, jangan jadikan nama besar keluarga sebagai tameng untuk berlindung dari konsekuensi etika kepemimpinan,” demikian salah satu poin pernyataan yang dibacakan dalam konferensi pers.
Selain itu, keluarga juga menyoroti beredarnya kembali sejumlah dokumentasi lama yang memperlihatkan Husniah bersama kakaknya, Mohammad Fadil Imran.
Mereka menilai foto-foto tersebut tidak relevan dengan persoalan yang sedang berlangsung dan tidak boleh dimaknai sebagai bentuk dukungan ataupun upaya memengaruhi proses hukum.
Menurut keluarga, dokumentasi tersebut diambil jauh sebelum polemik yang saat ini mencuat sehingga tidak memiliki keterkaitan dengan situasi yang sedang dihadapi Husniah.
“Kami menepis isu perlindungan dan intervensi hukum. Tidak ada perlindungan, tidak ada pembelaan, dan tidak ada intervensi dari Bapak Fadil Imran maupun keluarga besar terhadap Saudari HT,” tegas pernyataan keluarga.
Dalam kesempatan yang sama, keluarga mengungkapkan telah melakukan penelusuran dan validasi terhadap berbagai informasi yang berkembang selama kurang lebih satu tahun terakhir.
Berdasarkan hasil tersebut, mereka menyebut terdapat dugaan penyimpangan etika, moral, dan norma dalam kepemimpinan Husniah Talenrang, termasuk yang dikaitkan dengan Muhammad Basri alias BK.
Pihak keluarga juga mengaku telah beberapa kali menyampaikan masukan dan peringatan secara internal agar Husniah melakukan perubahan sikap. Namun, menurut mereka, upaya tersebut tidak mendapat respons sebagaimana yang diharapkan.
Di akhir pernyataannya, keluarga menyatakan mendukung penuh proses pengawasan yang tengah dijalankan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa sebagai bagian dari mekanisme yang berlaku.









