Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar Kembangkan Spray Ekstrak Serai untuk Pengendalian Nyamuk DBD di Banta-Bantaeng

Pengabdian Masyarakat

banner 468x60

Online24jam, Makassar,- Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Skema Pengembangan Desa Mitra (PPDM) di Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kegiatan ini mengusung tema “Diversifikasi Spray Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) sebagai Inovasi Insektisida Ramah Lingkungan dalam Pengendalian Nyamuk Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Banta-Bantaeng Kota Makassar.”

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk implementasi hasil penelitian dan inovasi dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan dalam memberikan solusi yang aplikatif kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pengendalian vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Tim pengabdian terdiri atas Dr. H. Ashari Rasjid, SKM., MS, Zaenab, SKM., M.Kes., dan Rafidah, S.ST., M.Kes.

Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Makassar, Dr. Siti Nurul Fajriah, S.Pd., S.Ft., Physio, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.

Beliau menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan, termasuk melalui upaya pengendalian nyamuk sebagai vektor penyakit DBD. Menurutnya, inovasi yang diperkenalkan melalui kegiatan ini diharapkan tidak hanya dipahami oleh peserta, tetapi juga dapat diterapkan secara mandiri dan dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga lingkungan dan melakukan pengendalian vektor secara lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Banta-Bantaeng, Anselmus Watratan, S.M., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Poltekkes Kemenkes Makassar. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan sekaligus mengenal inovasi hasil penelitian perguruan tinggi yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga dan lingkungan kelurahan.

“Kami tentu sangat bangga dan berterima kasih karena Kelurahan Banta-Bantaeng kembali mendapatkan kegiatan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan langsung kepada masyarakat. Apa yang disampaikan oleh tim merupakan hasil penelitian dan inovasi yang tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada tahap sosialisasi dan pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan dengan penerapan serta pengembangan secara mandiri oleh masyarakat. “Kami berharap ke depan ada tindak lanjut dari kegiatan ini sehingga masyarakat dapat mengimplementasikan inovasi yang telah diberikan dan menjadikannya sebagai salah satu upaya dalam menjaga kesehatan lingkungan, khususnya pengendalian nyamuk DBD,” tambahnya.

Ketua tim pengabdian, Dr. H. Ashari Rasjid, SKM., MS., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi untuk mentransfer hasil penelitian dan inovasi kepada masyarakat melalui pendekatan yang sederhana, aplikatif, dan mudah diterapkan.

“Pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk implementasi hasil penelitian yang kami kembangkan di Jurusan Kesehatan Lingkungan. Kami memperkenalkan spray ekstrak serai sebagai salah satu inovasi insektisida berbahan nabati yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam mendukung upaya pengendalian nyamuk,” jelas Ashari.

Menurutnya, serai (Cymbopogon citratus) dipilih karena merupakan tanaman yang relatif mudah ditemukan dan memiliki kandungan senyawa yang berpotensi dimanfaatkan dalam pengendalian serangga. Melalui proses formulasi dan pengolahan yang tepat, ekstrak serai dikembangkan menjadi produk spray yang lebih praktis digunakan oleh masyarakat.

“Kita ingin memperkenalkan bahwa upaya pengendalian nyamuk tidak hanya dilakukan dengan satu cara. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai pendekatan yang aman dan ramah lingkungan, tentunya tetap disertai dengan upaya pemberantasan sarang nyamuk,” tuturnya.

Ashari juga menegaskan bahwa spray ekstrak serai bukan merupakan satu-satunya solusi dalam pengendalian DBD. Penggunaannya perlu dilakukan sebagai bagian dari pengendalian vektor secara terpadu, terutama melalui penerapan 3M Plus, yaitu menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta melakukan berbagai tindakan pencegahan lainnya.

“Spray ini merupakan inovasi pendukung. Yang paling penting tetap menjaga kebersihan lingkungan, menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan Aedes aegypti, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengendalian DBD,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh materi mengenai DBD dan pengendalian vektor, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai pembuatan, formulasi, cara penggunaan, serta aspek keamanan spray ekstrak serai. Peserta diperkenalkan secara langsung dengan bahan dan tahapan pembuatan sehingga diharapkan mampu memahami proses pemanfaatan bahan nabati tersebut.

Tim pengabdian juga menekankan pentingnya penggunaan produk secara tepat dan bertanggung jawab. Masyarakat diarahkan untuk tetap memperhatikan kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan mata dan makanan, serta menyimpan produk di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau anak-anak.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Banta-Bantaeng dalam melakukan pengendalian nyamuk secara mandiri sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam bidang kesehatan lingkungan.

Melalui Skema Pengembangan Desa Mitra (PPDM), Poltekkes Kemenkes Makassar berupaya membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan masyarakat Kelurahan Banta-Bantaeng. Inovasi spray ekstrak serai diharapkan tidak hanya menjadi produk hasil kegiatan pengabdian, tetapi dapat menjadi salah satu bentuk teknologi tepat guna yang dikenal, dipahami, dan dimanfaatkan masyarakat dalam mendukung pengendalian vektor DBD serta mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed