Kebakaran Lahan 4 Hektare di Maros, Api Sempat Dekati Permukiman Warga

banner 468x60

Online24,Maros— Kebakaran lahan seluas sekitar 4 hektare melanda Dusun Biring Kaloro, Desa Aleeare, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/2026). Api dengan cepat membesar dan merambat hingga ke area persawahan serta sempat mendekati permukiman warga.

 

Kebakaran terjadi di lahan yang dipenuhi vegetasi kering, seperti daun-daun kering, pohon bambu dan jati. Kondisi cuaca panas serta tiupan angin kencang membuat api dengan cepat menjalar ke sejumlah bagian lahan.

 

Video amatir yang direkam warga memperlihatkan kobaran api membakar lahan kering. Asap tebal membumbung ke udara saat api bergerak mendekati kawasan permukiman.

 

Kondisi tersebut sempat membuat warga panik. Sejumlah warga kemudian berupaya melakukan pemadaman secara manual dan mengantisipasi agar api tidak merembet ke rumah.

 

Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Maros yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi. Namun, petugas sempat mengalami kendala karena akses jalan menuju titik kebakaran terputus.

 

Kondisi itu membuat mobil pemadam tidak dapat langsung menjangkau titik api. Warga kemudian bergotong royong membuat akses jalan darurat agar kendaraan pemadam dapat mendekati lokasi kebakaran.

 

Humas Damkar Maros, Ilham Halim, mengatakan petugas langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan warga. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4 hektare.

 

“berdasarkan laporan warga, kita langsung melakukan penanganan kebakaran lahan. luas area yang kita padamkan sekitar empat hektare,” kata Ilham.

 

Petugas kemudian melakukan pemadaman menggunakan mobil pemadam. Selain itu, pemadaman dilakukan secara manual dan menggunakan peralatan pemadam portabel untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses kendaraan.

 

Proses pemadaman berlangsung sekitar 60 menit. Banyaknya daun dan vegetasi kering ditambah angin kencang membuat api lebih cepat merambat, termasuk ke area persawahan.

 

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran kembali.

 

Damkar Maros mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, khususnya di sekitar area yang dipenuhi vegetasi kering.

 

Hingga 8 September 2026, Damkar Maros mencatat telah menangani sekitar 168 laporan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca panas dan kering membuat potensi kebakaran lahan masih perlu diwaspadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *