Online24,Maros – Rumah yang menggunakan Bata Interlock Presisi (BIP) SIG di kawasan Perumahan Sunrise City Maros, Sulawesi Selatan, resmi diperkenalkan. Teknologi konstruksi tersebut diklaim dapat memangkas waktu pembangunan rumah dari sekitar 4-5 bulan menjadi maksimal 1 bulan.
Peresmian rumah BIP ini dihadiri Direktur Utama PT Semen Tonasa Anis, Direktur Utama PT Nusantara Land Development Tri Wijaya, Owner Bumi Tirta Nusantara Grup sekaligus Senior Kehormatan REI Sulawesi Selatan Opa Aras, Owner PT Bumi Pundi Karsa H Badris, serta sejumlah pihak terkait, Sabtu (3/10/2026).
Anis mengatakan penggunaan nama Bata Interlock Presisi bukan tanpa alasan. Menurutnya, salah satu keunggulan produk tersebut terletak pada tingkat presisinya.
“Kenapa Bata Interlock Presisi diberikan nama oleh SIG, karena mungkin ini bukan satu-satunya produk Bata Interlock yang ada di Indonesia. Tetapi mungkin satu-satunya Bata Interlock yang sangat presisi,” kata Anis dalam sambutannya.
Anis menyebut rumah yang diresmikan menjadi salah satu proyek perumahan yang menggunakan Bata Interlock di Sulawesi Selatan. Teknologi tersebut dinilai dapat mempercepat proses pembangunan karena pemasangan material dilakukan dengan sistem interlock.
“Kalau seperti yang kelihatan di belakang kita ini, rumah-rumah tipe subsidi mungkin dalam membangun satu rumah membutuhkan waktu empat sampai lima bulan. Tetapi Insya Allah dengan menggunakan Bata Interlock Presisi dan para pekerja bangunan yang sudah dilatih dengan baik, satu rumah ini bisa diselesaikan paling lama hanya satu bulan,” jelasnya.
Menurut Anis, percepatan pembangunan juga berpotensi berdampak terhadap biaya konstruksi. Salah satu komponen biaya yang cukup besar dalam pembangunan rumah disebut berasal dari tenaga kerja.
“Bayangkan, cost terbesar di dalam pembangunan rumah salah satunya adalah cost tukang. Jadi kalau kita bisa memangkas lebih dari 50 persen dari cost tukang, Insya Allah program pemerintah untuk bagaimana masyarakat bisa menjangkau rumah dan memiliki rumah, kita juga ikut membantu,” ujarnya.
Anis menambahkan pengembangan Bata Interlock Presisi merupakan bagian dari upaya Semen Indonesia Group (SIG) menghadirkan solusi konstruksi bagi masyarakat. Semen Tonasa sebagai bagian dari SIG berperan dalam penyediaan material semen untuk wilayah Indonesia Timur.
“Kami dari Semen Tonasa yang merupakan bagian dari Semen Indonesia yang melayani Indonesia Timur. Bersama-sama unit usaha beton yang memproduksi ini, kami bagian memproduksi semennya di Sulawesi Selatan,” katanya.
Ia berharap pemanfaatan teknologi tersebut dapat diperluas, khususnya di kawasan Indonesia Timur. Penggunaan material lokal dan proses pembangunan yang lebih cepat dinilai dapat menjadi salah satu alternatif dalam penyediaan hunian.
Sementara itu, Direktur Utama PT Nusantara Land Development Tri Wijaya mengatakan rumah yang dikembangkan di Sunrise City Maros mengusung desain modern yang terinspirasi dari hunian di Eropa.
“Model-modelnya mirip dengan rumah-rumah di Milano, rumah-rumah di Eropa yang sangat eksklusif. Ini yang kami coba hadirkan di sini. Sebuah kehormatan bagi kami karena menjadi rumah pertama di Sulawesi yang menghadirkan rumah dengan bahan Bata Interlock Presisi SIG,” kata Tri.
Tri menjelaskan Maros dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki akses yang relatif dekat dengan Makassar dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Selain itu, Maros dinilai memiliki posisi strategis sebagai kawasan penyangga Kota Makassar dengan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.
“Saya memilih di Maros karena ini salah satu perumahan kami yang paling dekat dari Makassar. Lokasinya juga dekat dari Bandara Sultan Hasanuddin dan Maros menjadi kota penopang Makassar,” ujarnya.
Tri mengatakan penggunaan Bata Interlock Presisi menjadi bagian dari upaya menghadirkan material konstruksi dengan karakter berbeda, namun tetap mempertimbangkan keterjangkauan harga.
“Kami menghadirkan bahan yang berbeda dengan kualitas yang bagus tetapi dengan harga yang lebih murah,” katanya.
Tak hanya untuk segmen komersial, Tri mengatakan pihaknya juga mempertimbangkan penggunaan Bata Interlock Presisi untuk pembangunan rumah subsidi.
Rencana tersebut saat ini masih dalam tahap perancangan dan diharapkan dapat diterapkan pada proyek perumahan berikutnya.
“Ke depan kami akan coba memikirkan dan membuat satu kompleks perumahan kami di lokasi lain yang bisa menerapkan ini untuk rumah subsidi. Sementara kami rancang, semoga ke depannya bisa seperti itu,” pungkasnya.

















