Olimpiade Matematika 2026 UIN Alauddin, SMA Islam Athirah Bone Raih Juara 3

banner 468x60

Online24, Makassar – Prestasi dalam kompetisi matematika tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menemukan jawaban yang benar, tetapi juga oleh ketepatan mengambil keputusan, ketelitian membaca soal, dan strategi dalam mengelola waktu. Nilai-nilai inilah yang menjadi bagian penting dari perjalanan siswa SMA Islam Athirah Bone dalam ajang Olimpiade Matematika 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), UIN Alauddin Makassar.

Berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di UIN Alauddin Makassar, kompetisi ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menguji kemampuan sekaligus mengembangkan mental berkompetisi. Dalam ajang tersebut, siswa SMA Islam Athirah Bone berhasil meraih Juara 3, sebuah pencapaian yang menambah catatan prestasi sekolah di bidang akademik.

Bagi pembimbing, Mustafa, keikutsertaan dalam olimpiade merupakan bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Pada tahun ini, SMA Islam Athirah Bone kembali mengikutsertakan sejumlah siswa dalam kompetisi matematika yang sebelumnya dikenal dengan nama ANGKA. Keikutsertaan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengukur kemampuan, mengenali tantangan, dan mendapatkan pengalaman berharga dalam menghadapi persaingan akademik.

Mustafa menjelaskan bahwa untuk mencapai babak final, peserta tidak cukup hanya menguasai rumus dan konsep matematika. Mereka juga dituntut memiliki ketepatan dan ketelitian dalam menyelesaikan soal. Latihan yang konsisten perlu diimbangi dengan strategi yang tepat agar peserta mampu bertahan menghadapi setiap tahapan kompetisi.

Menurutnya, pengalaman mengikuti olimpiade juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat persiapan pada kompetisi berikutnya. Dengan latihan soal yang terarah, penguasaan materi yang semakin baik, serta strategi pengerjaan yang matang, siswa diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan meraih hasil yang lebih tinggi.

Semangat untuk terus berkembang juga tercermin dari Naurah Sabruddin, salah satu peserta yang mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian dalam kompetisi tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih juara di Olimpiade Matematika ini. Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkembang, dan meraih pencapaian yang lebih baik ke depannya,” ungkap Naurah.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa sebuah prestasi bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk melangkah lebih jauh. Pengalaman berkompetisi memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dari tantangan, memperbaiki kekurangan, dan membangun keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.

Bagi SMA Islam Athirah Bone, pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan atas hasil yang diperoleh, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya proses pembelajaran yang konsisten. Dukungan pembimbing, kesungguhan siswa, dan keberanian untuk berkompetisi merupakan bagian dari upaya membangun budaya berprestasi di lingkungan sekolah.

Melalui capaian Juara 3 Olimpiade Matematika 2026, SMA Islam Athirah Bone berharap para siswa semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi akademik, berani menghadapi tantangan, dan terus meningkatkan kualitas diri. Sebab, di balik setiap prestasi, terdapat proses belajar yang membentuk ketangguhan, kedisiplinan, dan semangat untuk menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *