Krisis Air Bersih Meluas, PMI Maros Distribusikan 108 Ribu Liter Air

banner 468x60

Online24,Maros – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Maros telah menyalurkan sebanyak 108 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah. Bantuan tersebut terus didistribusikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat musim kemarau panjang.

Ketua Harian PMI Kabupaten Maros, Suryadi Ningrat, mengatakan penyaluran air bersih difokuskan di wilayah yang mengalami krisis air, terutama Kecamatan Bontoa dan Maros Baru.

Di Kecamatan Bontoa, bantuan telah menjangkau Desa Binanga Sangkara, Cambayya, Tunikamaseang, dan Desa Suli-suli. Sementara distribusi ke Kecamatan Maros Baru mulai dilakukan pada Minggu (2/8/2026).

“Hari ini Maros Baru baru mulai pendistribusian,” kata Suryadi.

Ia menjelaskan, PMI rata-rata menyalurkan sekitar 10 ribu liter air bersih setiap hari. Distribusi tersebut telah berlangsung sejak 28 Juni 2026, namun pada awalnya belum dilakukan setiap hari karena permintaan masyarakat masih terbatas.

“Memang tidak setiap hari kami turun karena permintaannya saat itu belum terlalu banyak. Sekarang sudah setiap hari turun,” ujarnya.

Suryadi mengungkapkan proses distribusi sempat terkendala akibat keterbatasan armada tangki air. Saat itu, PMI masih memanfaatkan kendaraan tangki milik pihak lain sehingga penyaluran tidak bisa dilakukan secara maksimal.

“Sempat lambat penyaluran karena kami menggunakan tangki milik pihak lain,” ungkapnya.

Kini, distribusi air bersih berjalan lebih lancar setelah PMI memiliki armada tangki sendiri untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan Pemerintah Kabupaten Maros terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan informasi dari BMKG. Berdasarkan prediksi, puncak fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, sedangkan hujan baru diperkirakan turun pada Oktober mendatang.

“BPBD sudah standby dan beberapa stakeholder mulai menyalurkan air bersih ke daerah-daerah yang mengalami kekeringan,” kata Chaidir.

Ia menyebut sedikitnya enam kecamatan di Kabupaten Maros terdampak kekeringan. Adapun wilayah yang mengalami krisis air bersih paling serius di antaranya Kecamatan Bontoa, Lau, Marusu, dan Maros Baru.

Pemerintah Kabupaten Maros bersama BPBD dan berbagai pihak kini terus mengintensifkan penyaluran air bersih agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga musim hujan tiba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *