Terisolir Selama Empat Hari, Begini Kondisi Korban Banjir di Cileuksa Hilir

Online24jam, Makassar, – Sedikitnya ada 1000 jiwa warga di Kampung Cileuksa Hilir yang terletak di RW 02 dan RW 013, yang mengalami bencana banjir dan terancam kehilangan tempat tinggal.

Dari jumlah tersebut ada sekira 100 pengungsi karena rumahnya sudah hanyut diterjang tanah longsor disertai banjir bandang yang melanda mereka sejak tanggal 01-01-2020 lalu.

Rudy selaku Humas PMI Pusat mengabarkan Ketika Tim Bantuan PMI dan TNI datang membawa bahan makanan, warga tampak terharu karena mereka sudah 4 hari tidak mendapatkan pasokan makanan dikarenakan wilayah mereka terisolir akibat putusnya sejumlah titik jalan akibat tanah longsor dan jembatan yang menghubungkan antar desa dan kampung terputus diterjang banjir tersebut

“Ada 33 warga yang kami dapati saat itu dan mereka sangat terharu karena baru mendapat pasokan makanan.” ujarnya.

Menurutnya, Tim PMI dengan menggunakan Helikopter Bolcow BO-105 mendropping bantuan melalui udara sebanyak 3 kali penerbangan pada hari rabu 08/01/2020. Cuaca yang tidak menentu, mengakibatkan proses dropping bantuan melalui udara agak terhambat dikarenakan curah hujan tinggi dan awan tebal disertai angin kencang.

“Pilot Helikopter baru bisa menerbangkan pesawat ke lokasi terisolir sore hari ketika cuaca mulai normal.” terang Rudy.

Selain kampung Cileuksa Hilir, Helikopter PMI juga mendropping bantuan ke Kampung Ciear dan Cijairin Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor (di kaki Gunung Halimun), yang merupakan wilayah terisolir akibat tanah longsor.

Di kedua kampung ini terdapat 700 warga yang masih bertahan dirumah masing-masing karena akses jalannya terputus. Warga mengaku sangat membutuhkan makanan dan minuman serta bubur dan susu untuk bayi.