Tinjau Kebun Porang, Syaharuddin Alrif Boyong Pejabat Kementan ke Bendoro

Online24, Sidrap – Direktur Aneka Kacang dan Umbi Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ir Amiruddin Pohan berkunjung ke Bendoro, Kecamatan Watang Sidenreng, Sidrap, Rabu, (5/2/2020).

Kunjungan Amiruddin untuk melihat langsung proses penanaman dan pemanfaatan lahan kosong untuk tanaman porang yang diinisiasi Wakil Ketua DPRD Sulsel, H Syaharuddin Alrif.

Amiruddin didampingi Kadis Pertanian dan Tanamam Pangan Sidrap, Ir H Azis Damis. Direktur Aneka Kacang dan Umbi Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ir Amiruddin Pohan mengatakan, tanaman poranh sebenarnya bukan jenis tanaman pangan yang baru di Indonesia.

“Sebenarnya, tanaman Porang sudah bertahun-tahun di tanam masyarakat. Tapi, baru kali ini, pemerintaj hadir untuk meningkatkan produksi karena pasar sudah jelas,” katanya.

Ia menegaskan, Porang memiliki potensi sebagai tanaman ekspor, yang sampai saat ini bahan bakunya masih sangat kurang.

Dinas Pertanian Kabupaten Sidrap, menyambut baik ujicoba penanaman Porang oleh H Syahruddin Alrif di Bendoro.

“Ini era baru pertanian Sidrap. Sekaligus pemanfaatan lahan kosong yang masih sangat luas, terutama di wilayah timur,” ujar Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan Sidrap, Ir H Azis Damis.

Menurut Azis Damis, Porang memiliki pasar yang menjanjikan. Karena termasuk komoditi ekspor. Ia berharap, komoditi ini terus dikembangkan, karena sangat berpengaruh terhadap ekonomi petani, lapangan kerja hingga pemanfaatan lahan kosong di Sidrap.

“Penanaman mudah, pasar menjanjikan. Saya kita, Sidrap bisa menjadi tujuan studi banding. Sisa pendampingan dari semua pihak agar kualitas semakin baik,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, H Syaharuddin Alrif yang menginisiasi komoditi Porang di Sulsel mengatakan, upaya ini dilakukan untuk merubah paradigma petani Sulsel. “Petani kita harus berpikir, menanam tanaman pangan yang mudah dan memiliki nilai ekonomi tinggi,” katanya. Selain di Sidrap, kata politisi Partai Nasdem itu, ujicoba penanam porang juga sudah dilakukan di beberapa daerah, termasuk Maros. (*)