DPRD Kota Makassar Minta Lakukan Operasi Pasar dan Tindak Penimbun Barang

Online24jam, Makassar, – Kepanikan terhadap wabah Virus Corona, membuat sejumlah warga banyak yang melakukan belanja kebutuhan secara berlebihan. Bahkan ada yang menimbun. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah terutama untuk harga gula yang cukup tinggi apalagi stoknya mulai berkurang.

Di Makassar, harga gula menembus Rp18 ribu per kilogram. Harga ini telah melewati harga eceran tertinggi yakni Rp12.500 per kilogram.

Pj Wali Kota Makassar melalui meeting virtual dengan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, rencananya akan melakukan impor gula pasir untuk mengatasi persoalan tersebut.

“kami akan perhatikan. Apalagi harga gula pasir di pasaran berkisar Rp18 ribu – Rp19 ribu. Ini sudah di atas harga eceran tertinggi yakni Rp12.500 per kilogram,” jelas Iqbal.

Menurutnya, Makassar memiliki stok di PTPN sebanyak 600 ton metrik, tapi itu belum memiliki SNI, masih raw sugar, serta ada juga tambahan persediaan 1.000 ton di Parangloe.

“Kami meminta kepada Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi agar memberi peluang kepada pengusaha lokal sebagai importir gula pasir dan bawang putih, sehingga Sulsel khususnya Makassar tidak bergantung pada distributor luar,” tandasnya.

Anggota DPRD Makassar, Hasanuddin Leo, berpendapat kebijakan membuka keran impor gula pasir adalah jalan terakhir.

Jika memang stok menipis, ia meminta Pemkot atau pihak kepolisian menggelar operasi pasar demi memastikan kondisi yang sebenarnya.

“Saya pikir impor itu jalan terakhir, yang harus dilakukan adalah operasi pasar dari pihak terkait,” ujar Hasanuddin.

Jika ditemukan tindak kecurangan, anggota Komisi B ini mendorong penegak hukum mengambil langkah pemberian sanksi demi menimbulkan efek jera bagi pelaku.

“Jika ada kecurangan beri sanksi bagi penimbun barang yang merugikan masyarakat dan menimbulkan keresahan,” tegasnya.