Pemkot Makassar Akan Salurkan 60 Ribu Paket Sembako

Online24, Makassar – Pemerintah Kota Makassar akan membagikan sembako kepada masyarakat yang berdampak pandemi Covid-19. Ada 60 ribu paket sembako yang disiapkan. Mereka yang memungkinkan dan masuk kriteria akan menerima bahan pangan pokok tersebut.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Sosial Mukhtar Tahir melalui telepon selulernya Selasa (7/4/2020). Hal itu dijelaskan lagi melalui video konprens melalui aplikasi zoom.

‘’Bulan ini ada 60 ribu paket sembako yang akan kami salurkan ke masyarakat. Agar aman, kami bekerja sama dengan TNI dan Polri. Merekalah yang akan mendampingi saat pembagian sembako Rabu (8/4/2020) besok. Paket sembako ini hanya untuk masyarakat berdampak Covid-19 Virus Corona di 15 kecamatan,” jelas Utta, sapaannya.

Ia menjelaskan di tengah situasi pandemi Covid-19 ini dimana masyarakat harus tetap di rumah, pembagian sembako tersebut akan dilakukan sesuai mekanisme dan standar operasional (SOP).

‘’Kita tetap harus jaga jarak. Ada empat tim dengan jumlah anggota 300 orang tenaga sukarela dari kelurahan ditambah 14 PKSK. Mereka yang akan mendistribusikan sembako tersebut didampingi anggota dari TNI dan Polri,’’ papar Utta.

Dari 300 tenaga sukarela tersebut setiap orang akan mendistribusikan 25 paket sembako ke rumah-rumah warga yang telah didata.

‘’Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak berkumpul dan sembako tersebut benar-benar aman sampai ke rumah warga yang memang benar-benar layak menerima,” ujar Utta.

Mantan Plt Kadis Pendidikan Kota Makassar ini mengungkapkan dana yang digunakan bersumber dari APBD. ‘’Karena itu kami harus hati-hati dalam menyalurkan sembako tersebut karena dana yang digunakan adalah dana APBD,” kata Mukhtar Tahir.

Ia mengakui, pendistribusian sembako kemasyarakat sebenarnya sudah dilakukan beberapa hari terakhir ini. Pendistribusiannya dilakukan oleh Tim Penggerak PKK, TNI dan Polri. Namun paket sembako yang didistribusikan itu merupakan bantuan sosial dari sejumlah pengusaha.

Mukhtar merinci bantuan sosial dari pengusaha tersebut berupa mi instan 1 ton dari Jepang dan 15 ribu paket dari para pengusaha. Hanya saja pendistribusiannya dilakukan secara silent.

‘’Itu strategi kerja kami agar masyarakat tidak pecah (berkerumun) saat pembagian,” katanya.

Kata Mukhtar tentu tidak semua masyarakat berdampak Covid-19 bisa terdata dan masuk dalam daftar penerima sembako. Karena itu bagi masyarakat yang belum sempat terdata dan nanti belum menerima paket bantuan sembako Dinas Sosial tetap akan mengakomodir.

‘’Kami menyediakan nomor hotline 0821 5745 5350 atau 0821 5745 5351 bagi mereka yang belum terdata dan tidak menerima bantuan sembako. Silahkan menghubungi dua nomor ini. Insya Allah kami akan melayani,” tegas Mukhtar Tahir.

Bantuan ini merupakan realisasi dari janji Penjabat (Pj) Walikota makassar Iqbal S Suhaeb akhir Maret 2020 lalu. Anggarannya berasal dari anggaran SKPD yang dialihkan untuk penanganan Covid-19. Nilainya Rp 30 miliar.

Data penerima bantuan ini ditegaskan Iqbal, harus benar-benar akurat. By name by address. Karena nitu pendataanya dilakukan mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan sampai kecamatan. “Datanya harus akurat, by name by address. Penerimanya juga harus tepat sasaran,” tegas Iqbal. (*)