Ribut-ribut Soal Kartu Prakerja, Simak Wawancara Khusus Supriansa Anggota DPR RI

Online24,Jakarta – Di tengah pro kontra Kartu Pra-kerja (KP), sorotan dari berbagai elemen masyarakat terus bermunculan. Meski demikian pemerintah melalui kementerian Perekonomian tetap berjalan dan percaya diri manpaat kartu pelajar tersebut kepada masyarakat yang telah memilikinya. Anggota DPR RI Supriansa, SH,MH yang juga kader Golkar justru mempunyai pandai lain atas polemik kartu pelajar tersebut.

Sebagai mantan Wakil Bupati Soppeng, ia melihat keberadaan kartu pekerja akan sangat bermanfaat bagi pekerja kelak. Memang sekarang masih berpolemik, pro kontra tapi dirinya merasa yakin bahwa manpaat Kartu Prakerja itu akan kelihatan nanti.

“Kartu prakerja ini lahir bukan untuk di korupsi tapi kartu prakerja ini lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat indonesia terutama bagi mereka yang mencari kerja” tegas mantan aktivis anti korupsi dan narkoba di Sulawesi Selatan ini.

Seperti apa keyakinan Supriansa atas Kartu Pekerja tersebut? Berikut beberapa kutipan nya.

Mengapa anda yakin keberadaaan Kartu Prakerja ini? Padahal pro kontra bermunculan? Salah satunya menyebut sebagai lahan korupsi?

Begnini, sekaitan hal itu bahwa memang ada sengaja membangun kalau kedepan bisa menjadi lahan korupsi baru. Menurutku itu adalah strategi jahat yang tidak mengedepankan kepentingan rakyat dan kepercayaan kepada aparat penegak hukum yang secara terbuka yang bisa melakukan pengawasan dan penindakan atas program ini jika ada perbuatan melawan hukum.

Maksudnya? Program kartu prakerja ini di implementasikan bukan di tengah hutan yang sepi atau di dasar laut yang jauh dari pandangan mata. Tapi kartu prakerja ini di wujudkan dengan mengedepankan asas transparansi dan akuntabel.

Semua pihak bisa mengakses dan melakukan pemantauan kemana arah dan tujuan kartu prakerja ini.

Kami sependapat bahwa Kartu prakerja ini lahir bukan untuk di korupsi tapi kartu prakerja ini lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat indonesia terutama bagi mereka yang mencari kerja.

Sejak pendaftaran di buka, jutaaan warga Indonesia telah mendaftar untuk mendapatkan Kartu Prakerja. Hal ini lanjut mantan Wakil Bupati Soppeng tersebut menandakan bahwa warga Indonesia meminatinya.

Kami dengar jika banyak warga yang telah mendaftar, bagaimana pendapat anda?

Coba bayangkan, sejak Kartu Prakerja ini dibuka, telah mendaftar 9 juta orang, itu by name by address. Itu menandakan program ini diminati oleh masyarakat dan terlihat begitu antusias mendaftar.

Buanglah jauh-jauh pemikiran yang tak produktif agar rakyat bisa membekali diri memasuki zaman yang penuh tantangan ini. Jangan justru kita sebagai wakil rakyat menari-nari dalam perbedaan tapi rakyat yang di korbankan.

Dengan demikian, anda yakin bahwa kartu prakerja mendapat resfon positif di tengah tengah masyarakat?

Kita lihat saja, seiring dengan lahirnya kartu prakerja ini dan semakin pula diminati masyarakat indonesia terutama masyarakat pencari kerja apalagi di tengah pandemi covid 19. Maka tentu sebagai program yang lahir dari ide cerdas politik maka mulailah diterpah angin kecemburuan persaingan kepentingan politik. Saya rasa begitu.

Berarti anda yakin bahwa kartu prakerja ini sangat sangat dibutuhkan oleh warga Indonesia?

Oh iya, pasti. Pemerintah (kementrian Perekonomian) melahirkan sejumlah kreativitas dan ide yang cerdas untuk menjawab harapan itu. Jadi tidak salah sebagai calon presiden republik indonesia tahun 2019 lalu, Jokowi memberi harapan kepada masyarakat untuk menyiapkan diri memasuki era yang semakin kompetitif.
Seiring dengan itu lahirlah ide memasukkan program Kartu prakerja secara resmi menjadi poin penting kampanye bapak Jokowi Maruf Amin pada pemilu 2019.

Lalu sebagai bentuk konsistensi pasangan ini, pasti akan mewujudkan dalam program pemerintahan sekarang.

Tapi sejumlah kalangan terutama politisi justru berpendapat lain atas penerapan kartu prakerja ini?

Ya tentu rival politik tidak tinggal diam karena program kartu prakerja ini menjadi magnit baru bagi masyarakat. Meskipun kami dari kader partai Golkar berteriak sekencang apapun bahwa kartu prakerja ini adalah impian dan harapan pemerintah untuk rakyatnya namun bumbu dan aroma politik selalu di hubungkannya dengan Partai Golkar.

Padahal kartu ini adalah harapan bapak Jokowi Presiden dan wakil presiden untuk rakyat indonesia sebagai perwujudan konsisten kampanye politik saat pilpres 2019 lalu.

Lalu apa harapan anda?
Saya berharap kepada seluruh masyarakat indonesia terutama para politisi yang selalu mengklaim diri sebagai pejuang rakyat mari kita menanggalkan sejenak pandangan sektorial atau kepentingan golongan demi kepentingan rakyat indonesia.

Yang jelas Kartu Prakerja ini bukan kartu “sim salah bim abra kadabra” yang lahir tanpa perencanaan dan kajian yang matang. Jangan biarkan air mata rakyat mengering di pipinya karena sulitnya mendapatkan pekerjaan diatas persaingan yang super ketat.

Apalagi di tengah kondisi seperti ini. Karena itu rayat harus dibekali dengan ilmu dan persiapan yang memadai sebagaimana yang di butuhkan zaman. (*)