Soroti Rencana Tambahan Sekolah, Herman Hafid: Utamakan Tiga Kecamatan yang Tidak Punya Sekolah

Online24jam, Makassar, – Forum Orangtua Murid kembali menyoroti rencana penambahan gedung sekolah di wilayah Kecamatan Tamalanrea dan Panakkukang, Kota Makassar.

Hal itu diutarakan Ketua Forum Orangtua Murid, Herman Hafid Nassa saat ditemui oleh sejumlah media. Usai menggelar aksi di depan Rumah Jabatan Gubernur Provinsi Sulsel. Dalam keterangannya, Herman menyoal rencana penambahan sekolah sesuai penjelasan Kepala Bidang Dikmen Disdik Sulsel yang menyatakan akan menambah tiga sekolah tingkat SMA Negeri di kota Makassar di Kecamatan Tamalanrea dan Panakkukang.

“Padahal ada tiga kecamatan di Makassar yang tidak memiliki sekolah tingkat SMA, diantaranya kec Makassar, Wajo dan Sangkarrang. Padahal lahan di kecamatan Makassar, ada lahan tidur pemerintah eks THR seluas 6,2 Ha. Kemudian lahan Pemprov di samping Masjid Al Markaz seluas 2 Ha. Mengapa bukan itu yang dibidik, untuk dijadikan SMA Negeri. Agar tiga Kecamatan di Makassar yang tidak memiliki SMA bisa masuk dalam sonasi tersebut pada saat PPDB.” jelas Herman.

Menurutnya Kecamatan Tamalanrea sudah ada SMAN 21, kecamatan Panakkukang sudah ada SMAN 5. Sementara di tiga kecamatan lain Kecamatan Makassar, Wajo dan Sangkarrang kenyataannya hingga kini belum ada sama sekali sekolah tingkat SMA nya.

“Seharusnya ketiga kecamatan ini dulu yang difokuskan.” tegasnya.

Selain itu ia juga menanyakan terkait sistem penempatan jurusan di tingkat SMAN yakni IPA dan IPS, sesuai hasil psikotes. Kebanyakan mereka dipaksakan ditempatkan pada jurusan yang tidak sesuai. Padahal yang bermasalah adalah sistem online yang sering error.

“jadi misalnya si anak memilih IPA, tapi karena sitem online yang error sehingga terkadang anak anak mengerjakan terburu buru. Dan hasilnya jadi kacau. Maka pihak sekolah langsung main menempatkan begitu saja.” ujar Herman.

Untuk itu ia berharap agar sistem penempatan ini harus dievaluasi dan diseleksi ulang. Karena tidak layak jadi acuan.

“Idealnya jangan semata mata hasil tes psikotes itu yang dilihat tapi lihat juga nilai rapornya. Jangan rugikan anak-anak karena terkadang banyak yang tidak lulus dengan baik atau nilainya bermasalah di sekolah karena faktor salah jurusan.” pungkasnya.