Kurang Perhatian, Warga Sebut Ruas Jalan Provinsi di Pinrang Tempat Berkubang Kerbau

Online24, Pinrang – Ruas jalan Provinsi, yang menghubungkan kabupaten Pinrang dengan kabupaten Sidrap terpantau rusak parah, sehingga warga menyebutnya lebih mirip dengan tempat berkubang Kerbau.

Terkhusus di wilayah Marawi, kecamatan Tiroang, kabupaten Pinrang, mendapatkan sindiran dari pengguna media sosial. Akun Facebook dengan nama Bang Wiro, melampiaskan kekecewaannya terhadap kondisi jalan pada postingannya, Selasa kemarin.

“Bila anda ketemu jalan ini, berarti anda memasuki kawasan yang pemerintah Daerahnya tidak peduli dengan keselamatan dan kenyamanan di jalan,” bubuhnya.

Sembari memposting foto kondisi jalanan berlubang, yang tergenang air, ia juga menempel kata ‘Lempong Tedong’ yang berarti kubangan kerbau. Postingan tersebut kemudian diserbu komentar netizen.

“Ini mi kemarin jalanan di lewati dari pinrang orang hamil di mobil sedikit mi melahirkan blum waktunya, parah jalanannya,” kata akun bernama Ernha Phiu Phiu Qia.

Terpisah, seorang warga setempat, Iksan membenarkan jika jalan tersebut telah rusak sejak beberapa bulan lalu, bahkan pernah ada aksi protes dengan menanam batang pisang ditengah jalan sebagai bentuk protes kepada pemerintah.

“Ie pak, sudah lama memang itu rusak, pernah juga dulu ada orang yang tanami pohon pisang. Protes karena betul-betul rusak itu jalanan,” kata pria yang juga akrab disapa Lokae, saat dikonfirmasi, Rabu, (9/9/2020) malam.

Yang mengherankan kata Iksan, pemerintah saat ini justru gencar melakukan pembangunan pada jalan lorong, dan jalan tani menuju persawahan namun mengabaikan jalan poros yang disebut lebih perlu diutamakan.

“Yang heran sekarang pak ini jalanan didepan sudah parah sekali, justru dilorong sama jalan tani yang diperbaiki, setidaknya ada timbunan sedikit, supaya tidak berlubang sekali begitu, sudah banyak mobil rusak, patah as nya mogok gara-gara dapat lubang,” kata Iksan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai kondisi jalan tersebut. Namun, masyarakat berharap Pemerintah, khususnya bupati Pinrang bisa segera bergerak untuk membenahi.

(FAT)