Akademisi Minta Bawaslu Makassar Usut Tuntas Dugaan Politik Uang

Online24, Makassar – Pakar Hukum Tata Negara Universitas Hasanuddin, Prof Aminuddin Ilmar meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar untuk mengusut tuntas sejumlah dugaan-dugaan pelanggaran di awal masa kampanye Pilkada Makassar 2020.

Kasus pelanggaran tersebut antara lain dugaan keberpihakan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada kandidat tertentu, dugaan bagi-bagi sembako, pelanggaran atribut, hingga adanya kandidat yang diduga melakukan curi star kampanye.

“Peran Bawaslu harus semakin ketat dan jeli melihat pelanggaran yang terjadi agar bisa meminimalisir pelanggaran-pelanggaran tersebut. Kalau tidak, maka pelaksanaan pilkada ini bisa tercederai,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2020) malam.

Semua pihak, kata Prof Ilmar, mendambakan Pilkada Makassar 2020 sebagai kontestasi tanpa kecurangan. Tak ada politik uang (money politic), pelibatan ASN, pelanggaran atribut kampanye, hingga pelanggaran protokol kesehatan.

“Dari awal kita semua berharap seperti itu, sehingga pelaksanaan Pilkada Makassar 2020 ini bisa betul-betul berjalan secara adil, jujur dan demokratis,” tambah Prof Ilmar.

Sangat rugi, katanya, jika Pilwalkot tahun ini tetap dicederai oleh hal-hal yang berbau kecurangan. Sebagaimana yang banyak menghiasi kontestasi sebelumnya.

“Kita berharap pelaksanaan pilkada ini bisa berjalan lebih baik lagi dibandingkan dengan pilkada sebelumnya. Dalam arti, ada perbaikan dan peningkatan kualitas pilkada. Sebab kalau tidak, maka sepertinya pelaksanaan pilkada tidak memberikan hasil sama sekali, khususnya pada perbaikan kualitas demokrasi kita,” demikian Prof Ilmar.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video pendek aksi bagi-bagi beras beredar di media sosial. Dalam video yang berdurasi 27 detik itu, tampak beberapa orang di depan pintu masuk pagar sebuah bangunan membagikan beras kepada warga. Di pintu masuk bangunan itu, terpampang jelas dua buah poster yang menampilkan foto pasangan Appi-Rahman.

Bawaslu Makassar pun menelusuri kasus dugaan aksi politik uang itu. Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kota Makassar, Zulfikarnain membenarkan jika pihaknya kini tengah menginvestigasi kejadian dalam video tersebut. “Sementara dalam penelusuran,” ucapnya. (*)